Berita Malang Hari Ini

Revitalisasi Alun-Alun Kota Malang Didukung Bank Jatim Rp 6 Miliar, Dorong Peningkatan Ekonomi

Biaya revitalisasi Alun – Alun Merdeka Kota Malang ini diambil dari dana promosi Bank Jatim kurang lebih Rp 6 miliar.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar H
ILUSTRASI - Alun-alun Merdeka kota Malang 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA  -  PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim memberi dukungan penuh pada proses revitalisasi Alun – Alun Merdeka Kota Malang yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Proses revitalisasi yang kini masih berlangsung, ditarget bisa selesai di Desember 2024.

"Proses ini cukup memakan waktu karena diperlukan koordinasi dan konsultasi dengan berbagai elemen masyarakat terkait revitalisasi ini agar sesuai dengan estetika dan harapan publik. Hal ini dilakukan demi menjadikan Alun-Alun Merdeka nantinya sebagai pusat kegiatan dan ruang publik kebanggaan Kota Malang yang selaras dengan nilai-nilai budaya dan keinginan berbagai elemen masyarakat, khususnya Kota Malang," kata Wioga Adhiarma Aji, Corporate Secretary Bank Jatim, Kamis (19/9/2024).

Lebih lanjut Wioga mengatakan,  biaya revitalisasi ini diambil dari dana promosi Bank Jatim kurang lebih Rp 6 miliar.

Diwujudkan berupa penambahan nilai aset dan fasilitas serta fungsi Alun-Alun Merdeka  sebagaimana yang telah disepakati.

 "Selain itu juga sekaligus sebagai bentuk sinergi antara bankjatim dengan pemerintah dan masyarakat Kota Malang," jelas Wioga.

Revitalisasi Alun-Alun Merdeka yang merupakan ruang terbuka publik ini diharapkan bisa menambah keindahan dan meningkatkan daya tarik masyarakat maupun pengunjung saat datang ke Kota Malang. Sehingga icon Kota Malang dapat lebih kuat lagi.

Adapun rencana revitalisasi yang dilakukan mencakup banyak hal. Antara lain penambahan ornamen lampu taman, penambahan kursi, perbaikan air mancur, tambahan bunga, hingga perluasan arena playground.

”Kami berharap alun-alun ini tidak hanya sebagai tempat kegiatan masyarakat saja, tapi nantinya juga bisa menjadi pusat digital. Seperti pembayaran retribusi parkir dapat menggunakan aplikasi digital dan transaksi keuangan lainnya,” ungkap Wioga.

Dia juga menegaskan, proses revitalisasi yang saat ini dalam tahap pengadaan vendor pelaksana nantinya diharapkan tidak hanya menjadi objek wisata yang megah. Tetapi juga akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi setempat.

”Tentu kami bersama dengan Pemkot Malang sangat memperhatikan agar revitalisasi tidak mengurangi esensi dan nilai-nilai penting yang telah dimiliki oleh Alun-Alun Merdeka tersebut. Bahkan diharapkan setelah adanya revitalisasi dapat menambah nilai-nilai yang sudah ada. Semoga semuanya berjalan lancar dan dapat berkontribusi positif untuk Kota Malang dan Jawa Timur,” paparnya.

Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, beberapa waktu lalu juga menyampaikan, dalam upaya revitalisasi kawasan Alun-alun Merdeka ini, Pemkot Malang tidak hanya berfokus pada mempercantik kawasan alun-alun saja. Akan tetapi juga menitikberatkan pada sisi historis seluruh kawasan di sekitar Alun-alun Merdeka sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Malang itu sendiri.

Melihat antara Kayutangan Heritage, Alun-alun Bundar, Alun-Alun Merdeka, Masjid Jami’, Gereja Imanuel dan pendopo Kabupaten Malang merupakan satu kesatuan.

“Kami harapkan akan adanya sinergi serta hubungan fungsional yang baik. Nampaknya dengan revitalisasi ini, bisa menjadikan seluruhnya menjadi kawasan yang nantinya menjadi kebanggaan Kota Malang,” pungkas Iwan.(rie/Sri Handi Lestari).

 

Sumber: SuryaMalang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved