Berita Surabaya Hari Ini
PLTS Portable Karya Mahasiswi PENS, Inovasi Solusi untuk Kesulitan Listrik Saat Terjadi Bencana
PLTS Portabel dibuat lebih efisien, stabil, dan dapat bekerja dengan baik dalam berbagai kondisi lingkungan dan keadaan cahaya matahari.
Penulis: sulvi sofiana | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Alya’ Nabila Hikari, mahasiswi semester akhir Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektro Industri Politeknik Elektronika Negeri Surabaya membuat seperangkat alat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Portable.
Pembangkit Listrik ringkas yang memanfaatkan tenaga sinar matahari itu dirancang sebagai tugas akhirnya yang berjudul Rancang Bangun PLTS Portable Untuk Supply Mobile Charger dan Penerangan Berbasis Flyback Converter dengan Pengendali PSO-PID.
“Listrik menjadi kebutuhan penting, memudahkan evakuasi, penerangan, sekaligus membantu meningkatkan keamanan dan kenyamanan di masa-masa penanganan bencana. Sarana komunikasi antara tim penyelamat, keluarga, bahkan akses informasi penting melalui telepon genggam juga membutuhkan dukungan listrik,”terang Alya’.
Dirancang dengan ukuran dan berat yang mudah dibawa, PLTS Portable ini mudah untuk diangkut dan ditempatkan di lokasi bencana atau keadaan darurat.
PLTS Portable dirancang dengan 'kemasan' dua bagian, yakni untuk perangkat alat disusun praktis di box tas berukuran dimensi 50 x 35x 15 Cm.
Sedangkan untuk solar panel digunakan yang berukuran 2x30 wp.

Pengaplikasian PLTS Portabel bagi situasi darurat pasca bencana ini dirancang dengan konsep penempatan LED dan pengisian daya berada di dalam tenda pengungsian, sehingga lebih praktis.
“Perubahan kondisi cuaca memang menjadi tantangan pada pengaplikasian, itu kenapa digunakan Flyback Converter sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kerugian daya pada sistem PLTS,"ungkapnya.
Selain Flyback Converter, pengendalian yang efisien dan cerdas juga diperlukan untuk mengoptimalkan kinerja sistem PLTS, seperti Pengendali PID (Proporsional-IntegralDerivatif) telah lama digunakan dalam sistem kontrol untuk mengatur dan mempertahankan output yang diinginkan.
"Penggunaan algoritma optimasi PSO (Particle Swarm Optimization) untuk menyetel parameter PID dapat meningkatkan respons kendali dan efisiensi sistem,”kata perempuan kelahiran Sidoarjo ini.
Menurutnya, dengan menggunakan pengendali PSO-PID, sistem dapat mengoptimalkan respons terhadap perubahan intensitas cahaya matahari, mengatasi fluktuasi daya yang lebih baik, dan meningkatkan efisiensi konversi energi dari panel surya ke daya listrik.
Hasil akhirnya yaitu sistem PLTS Portabel yang lebih efisien, stabil, dan dapat bekerja dengan baik dalam berbagai kondisi lingkungan dan keadaan cahaya matahari.
"PLTS Portabel menjadi pilihan yang ideal untuk menyediakan energi listrik di tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh sumber daya listrik konvensional,”lanjut Alya’ didampingi pembimbingnya Diah Septi Yanaratri, SST MT.
Alya’ berharap di masa mendatang akan ada teknologi batere baru yang lebih ringan dan murah, sehingga dapat menyempurnakan PLTS Portablenya.
“Kalau harus perjalanan jauh, PLTS ini dapat dimuat di alat transportasi, tak perlu dijinjing. Namun jika medannya tidak memungkinkan dilalui kendaraan, tentunya dibutuhkan fisik yang kuat untuk membawanya ke lokasi bencana,”pungkas alumni SMAN 15 Surabaya ini.
Surabaya
PLTS
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
PENS
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
PLTS Portable
JANGAN KAGET! Jadi Wali Kota/Bupati Butuh Modal 70 Miliar, Jadi Gubernur Butuh Modal 1,7 Triliun |
![]() |
---|
Universitas Ciputra Surabaya Kukuhkan Guru Besar Bidang Transformasi Keuangan Digital |
![]() |
---|
Rumah Sakit Baru Pemkot Surabaya RSUD Eka Candrarini Diresmikan, Layanan Unggulan Bagi Ibu dan Anak |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Distribusikan PLTS ke Sekolah, Ajak Gunakan Green Energy |
![]() |
---|
Kesenjangan dan Lemahnya Inovasi Pendidikan Masih Jadi PR Besar di Jatim, Anggaran 2024 Justru Turun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.