Berita Malang Hari Ini
Kota Malang Kekurangan Guru SD Negeri, Ada Guru Mengajar Ganda
Hal ini juga terjadi di daerah lain karena perekrutan guru berstatus PNS sudah lama tidak ada. Sementara tingkat pensiun guru juga tinggi setiap tahun
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Terjadi fenomena kekurangan guru di Kota Malang, Jawa Timur, khususnya di jenjang SD Negeri.
Hal ini juga terjadi di daerah lain karena perekrutan guru berstatus PNS sudah lama tidak ada. Sementara tingkat pensiun guru juga tinggi setiap tahunnya.
Pemerintah kemudian membuat skema menuntaskan guru honorer/GTT (Guru Tidak Tetap) yang sangat banyak di Indonesia dengan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Selain itu, pemerintah sudah melarang sekolah merekrut guru honorer. Tahun ini kembali diadakan tes untuk P3K guru untuk sekolah-sekolah di lingkungan Kemdikbudristek.
Sri Ratna Agustin, Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, membenarkan tentang kekurangan di Kota Malang.
"Pertama, karena adanya yang pensiun. Dan belum ada pengangkatan PNS. Jadi pemenuhannya ya dari dari P3K."
"Kalau sementara ini, kekuranganya di SDN yaitu guru kelas. Biasanya ada yang membantu dengan didobel dari guru guru kelas lain dan dari GTT."
"Yang penting itu ada yang membantu. Dan anak tetap terperhatikan. Jadi tidak ada alasan kekurangan guru, jadi anak/siswa terlantar," jelas Ratna, panggilan akrabnya, kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (3/10/2024).
Sehingga pembelajaran tetap diterima oleh siswa. Menurut dia, guru yang merangkap mengajar kebanyakan di SDN. Hal ini karena selalu ada guru PNS yang pensiun.
"Yang pensiun itu selalu ada. Tapi Insya Allah, dari P3K mendatang ada yang mengisinya," tandasnya.
Selain guru, yang pensiun juga kepala sekolah. Saat ini ada sejumlah kasek yang merangkap Plt kasek di SDN lainnya. Untuk mengisi kasek definitif, saat ini dalam proses pengajuan untuk mengisi kekosongan jabatan itu.
Data SURYAMALANG.COM pada 28 Juli 2023, sebanyak 290 guru tidak tetap (GTT) mendapat SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dari Pemkot Malang. Mereka asalnya dari sekolah negeri dan swasta.
Dengan SK itu mereka akan bertugas di tempat baru yaitu di SDN dan SMPN di Kota Malang. Itu merupakan penyerahan SK tahap tiga. Pada gelombang satu dan dua, penyerahan SK telah dilaksanakan. Total ada 1211 P3K. Ditambah 290 ini, maka sudah ada 1501 guru P3K yang mendapatkan SK.
Guru P3K mengajar di SDN sebagai guru kelas. Jika di SMPN jadi guru mapel. Guru P3K yang mendapat SK pada 2023 itu sudah lulus passing grade 1,5 tahun lalu. Dari penerima SK 2023, ada yang sudah 36 tahun jadi guru honorer. Sedang usia tertua adalah 58 tahun. Sedang usia pensiun guru adalah 60 tahun.
Suwarjana, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM beberapa waktu lalu menyatakan bahwa guru pensiun paling sedikit 10 orang. Ada guru dan kepala sekolah.
Jumlah guru PNS banyak di SD karena ada 195 SD Negeri. Sedang di SMP hanya ada 30 lembaga. Tapi di SMP jumlah guru dan muridnya juga banyak karena memiliki jumlah rombongan (rombel) besar. Sedang jumlah guru pensiun di Indonesia setiap tahun mencapai 60.000 guru.
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
|
|---|
| UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
|
|---|
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
|
|---|
| Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
|
|---|
| Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/guru-mengajar-di-kota-malang.jpg)