Cara Naomi Pendaki Hilang di Gunung Slamet Bertahan Hidup, 3 Hari Kehujanan Ditemukan Sudah Lemas

Cara Naomi pendaki hilang di Gunung Slamet bertahan hidup, 3 hari kehujanan cuma makan tiga potong roti, ditemukan sudah lemas.

|
Youtube TribunJateng.com/Istimewa via Kompas.com
Naomi pendaki hilang di Gunung Slamet bertahan hidup, 3 hari kehujanan cuma makan tiga potong roti, ditemukan sudah lemas. 

SURYAMALANG.COM, - Cara Naomi pendaki hilang di Gunung Slamet bertahan hidup selama tiga hari terungkap setelah survivor itu ditemukan. 

Naomi Daviola Setyani ditemukan dalam kondisi selamat pada Selasa (8/10/2024) meski tubuhnya lemas. 

Pelajar SMK berusia 17 tahun itu mendaki ke Gunung Slamet melalui jalur Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah. 

Naomi mendaki pada Sabtu (5/10/2024) bersama rombongan berjumlah 40 orang.

Lantas survivor dikabarkan hilang setelah terpisah dari rombongan pendaki lainnya pada Minggu (6/10/2024).

Dari cerita Nenek Naomi, Sri Martini cucunya tidak mengatakan akan mendaki gunung dan hanya berpamitan main seperti biasa.

Orang tua Naomi sebenarnya sempat melarang Naomi keluar karena cuaca yang sudah memasuki musim penghujan.

"Ikut open trip di TikTok, sudah dibilangin jangan muncak sekarang, lagi musim hujan, lain kali saja, tapi anaknya nekat," tutur Sri, dikutip dari Kompas.com (grup suryamalang), Selasa (8/10/2024).

Baca juga: Nasib Belasan Pendaki Viral Nyaris Kena Letusan Gunung Dukono, Nekat Mendaki Padahal Dilarang

Pada Sabtu (5/10/2024) pukul 14.00 WIB, Naomi pun mulai bersiap dan berangkat dari rumah usai berpamitan langsung dengan orang tuanya yang baru pulang kerja.

Camat Karangreja, Supriyanti menjelaskan, Naomi melakukan pendakian ke Gunung Slamet bersama rombongan berangkat pada pukul 23.00 WIB.

Rombongan Naomi dijadwalkan kembali ke Posko Bambangan pada Minggu (6/10/2024) pukul 21.24 WIB.

Namun, keesokan harinya, Senin (7/10/2024) pukul 11.00 WIB, ketua rombongan melaporkan satu orang pendaki belum kembali.

Mendengar laporan itu, sebanyak sembilan orang tim SAR Bambangan segera melakukan pencarian.

Titik pencarian difokuskan di Pos 7 setelah tim SAR mendapat informasi dari pendaki lain yang mendengar ada suara minta tolong di lokasi tersebut.

"Namun saat dilakukan pencarian, tidak ditemukan apa-apa, sehingga pendaki tersebut turun," ujar Supriyanti.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved