Berita Batu Hari Ini

Di Kota Batu Jumlah Anak Tidak Sekolah Mencapai 1395

Untuk memvalidkan data ATS di Kota Batu, Pemkot Batu akan bekerjasama dengan kelurahan dan desa dengan melihat alamat anak kategori ATS

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, BATU - Di Kota Batu jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) yang ada dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebanyak 1395 orang.

Dijelaskan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batu, Yayat Supriatna, jumlah tersebut belum merupakan jumlah pasti karena saat ini pihak Kemendikbud dan Dinas Pendidikan tengah mensinkronkan dan memvalidkan jumlah yang benar di masing-masing daerah.

Sehingga kemungkinan besar dapat mengalami penurunan karena akan dilakukan survei langsung ke lapangan (masing-masing desa kelurahan) yang akan dilakukan oleh pihak desa atau kelurahan.

“Ada tiga kategori ATS, kategori ATS karena drop out (DO,red), Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) dan ATS karena Belum Pernah Bersekolah (BPB,red),” kata Yayat Supriatna kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (12/10/2024).

“Untuk anak DO dan LTM itu kita bisa tahu datanya dari Dapodik terkait alasan dikeluarkan, mungkin mutasi, ada kategori dikeluarkan, bisa juga lulus tidak melanjutkan."

"Sedangkan untuk data anak BPB ini hasil pematangan datanya di Dispendukcapil dan Dapodik."

"Belum pernah bersekolah ini juga banyak sebabnya, bisa jadi ia menempuh di pondok atau pesantren."

"Sehingga data ini perlu kami verifikasi. Ke pihak sekolah ini terkait kategori DO dan LTM. Sedangkan yang belum pernah sekolah kami bandingkan data NIK dan Dapodik,” tambahnya.

Untuk memvalidkan data ATS di Kota Batu, Pemkot Batu akan bekerjasama dengan kelurahan dan desa dengan melihat alamat anak kategori ATS untuk diketahui sebabnya.

“Sebab ATS ini banyak, mainset, lingkungan sekitar, dukungan orang tua, sudah bekerja dan bisa saja mondok. Karena selama ini pendataan di pesantren memang kurang. Sehingga data anak ini tidak ada, dan masuk ATS"

“Yang sulit itu ketika anak tidak melanjutkan sekolah dan memilih bekerja. Karena sudah bisa mencari uang mereka sulit untuk diminta melanjutkan sekolah."

"Padahal ada kejar paket yang secara jadwal dapat menyesuaikan dan secara ijazah juga diakui,” ujarnya.

Sementara itu Yayat menambahkan, dari data sementara 1395 ATS di Kota Batu ini tersebar di 3 kecamatan yang ada di Kota Batu.

“Kategorinya hampir sama, tapi yang memegang kategori jenjang tertinggi itu SMP dan SMA, kalau SD ada tapi sedikit dan tiga kecamatan di Kota Batu ini merata jumlahnya,” pungkasnya.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved