Selasa, 28 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Unisma Gelar Seminar Kebangsaan bagi Gen Z, Sambut Hari Santri Nasional

Unisma menggelar seminar dengan Tema "Revitalisasi Spirit Revolusi Jihad Bahi Generasi Z" dalam memeriahkan Hari Santri Nasional

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kegiatan Hari Santri Nasional antara lain diisi kegiatan seminar kebangsaan dengan gen Z di Unisma, Senin (21/10/2024).  

SURYAMALANG.COM, MALANG - Universitas Islam Malang (Unisma) memeriahkan Hari Santri Nasional dengan beragam kegiatan.

Rangkaian kegiatannya sejak Sabtu lalu dan puncaknya, besok Selasa (22/10/2024), Unisma akan mengadakan apel Hari Santri dan juga akan ada lomba-komba buat gen X seperti lomba pidato tiga bahasa yaitu Arab, Inggris dan Indonesia. 

Hari ini, Senin (21/10/2024), Unisma menggelar seminar dengan Tema "Revitalisasi Spirit Revolusi Jihad Bahi Generasi Z".

"Semoga tema seminar ini akan meningkatkan pemahaman gen Z dan bisa  mengaktualisasikan di era digitalisasi," kata Prof Junaidi PhD, Rektor Unisma di acara itu.

Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz yang hadir, menjelaskan Hari Santri Nasional ditetapkan Presiden Jokowi pada 2015.

"Memang Hari Santri belum begitu populer. Baru beberapa tahun ini atau tiga tahun terakhir banyak yang memperingati Hari Santri," katanya. 

Padahal Hari Santri luar biasa di kalangan NU.

"Alhamdullilah dari tahun ke tahun makkn banyak yang tahu dan memperingati Hari Santri," katanya.

Peran NU dalam mempertahankan kemerdekaan juga patut diperingati. 

Ia berharap semoga pengoborbaan dan mengenang perjuangan santri ini bisa meneladani terutama bagi anak gen Z.

Dr H Mahrus MAg dari Direktorat PD Pontren Kemenag RI mengatakan melek digital harus diiringi dengan taqwa. 

"Teknologi harus digunakan untuk hal yang baik. Maka kalau ini diimplementasikan, peritiswa kekerasan seksual dan penyimpangan termasuk kasus di ponpes bisa dicegah. Di Hari Santri ini semoga menjadi momen untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak," katanya.

Sedang guru besar Unisma, Prof Maskuri MSi menyatakan peran pesantren punya daya ungkit besar dan strategis di Indonesia. 

Sebab jumlah Ponpes mencapai 41 ribu lebih dengan jumlah santri sebanyak 34 juta dan 370 ribu kiai atau ustad. 

Maka peran pesantren dalam pendidikan sangat besar karena menggabungkan ilmu pengetahuan dan agama.

Dalam pengembangan SDM di Ponpes, santri kini juga belajar sampai keluar negeri. Sylvianita Widyawati

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved