Berita Malang Hari Ini
Universitas Brawijaya Malang Kenalkan Citarasa Kopi Cagar Biosfer Lewat Public Cupping
Kegiatan itu digelar oleh Universitas Brawijaya (UB) bersama Kembang Galengan, Bumi Kopi Malang dan Sumber Wandhe Coffee Lab dari Jombang.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Citarasa kopi yang tumbuh di sekitar cagar biosfer di Jawa Timur diperkenalkan lewat kegiatan "Public Cupping Kopi" di Bumi Kopi, Jalan Selorejo, Kota Malang, beberapa waktu lalu.
Kegiatan itu digelar oleh Universitas Brawijaya (UB) bersama Kembang Galengan, Bumi Kopi Malang dan Sumber Wandhe Coffee Lab dari Jombang.
Dalam rilis humas UB, Jumat (15/11/2024), hadir sebagai narasumber adalah Prof Luchman Hakim PhD, Ketua Ketua Direktorat Riset dan Inovasi UB.
Juga Dian Siswanto PhD, Ketua Tim Doktor Mengabdi Cagar Biosfer. Juga ada beberapa ahli kopi seperti Mochammad Shobari Karim, pemilik Sumber Wandhe dari Wonosalam, Adreng Pangandika, Q Arabica Grader serta Ayudha Pradhana dari Bumi Kopi untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai karakter kopi lokal.
Menurut Ayudha Pradhana, jenis-jenis kopi yang diuji termasuk Arabika, Robusta, Liberika, dan Abeokuta. Dimana tiap jenisnya menawarkan karakteristik rasa dan aroma berbeda.
Berbagai jenis kopi ini memiliki citarasa yang khas tergantung pada proses pengolahannya.
"Acara semacam ini penting untuk mempromosikan kopi kopi lokal, terutama varietas yang kurang dikenal, seperti Liberika yang memiliki potensi besar dalam menghadapi tantangan perubahan iklim," tandas Luchman Hakim.
Ia menyebutkan jika kopi Liberika dapat bertahan di lingkungan iklim yang berubah drastis. Kegiatan itu diikuti tak hanya mahasiswa UB tapi juga kampus lain di Malang, pemilik roaster serta masyarakat umum.
Para peserta yang hadie tak hanya mendapatkan pengalaman mengenal citarasa kopi dari kawasan cagar biosfer tetapi juga belajar mengenai pentingnya pelestarian dan keberlanjutan dalam sektor kopi.
Sedang Dian Siswanto, Ketua Tim Doktor Mengabdi Kawasan Strategis Cagar Biosfer menjelaskan bahwa dukungan kepada masyarakat di sekitar cagar biosfer melalui pengembangan produk unggulan seperti kopi akan terus diberikan.
Di acara itu disajikan 16 sampel kopi dengan berbagai metode pengolahan yang menciptakan variasi aroma dan rasa yang kaya.
Seperti Arabica Mosto Black Tea yang memiliki aroma blueberry dan strawberry. Sedang Liberika dengan nuansa tropis seperti nangka dengan sentuhan rempah-rempah ringan seperti kayu manis. Juga ada Excelsa Anaerobic 120H dengan aroma eksotis seperti ceri, kurma, jeruk, nangka, anggur hijau.
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Distributor, Pemilik Pangkalan di Kota Malang sampai Bingung |
|
|---|
| UMKM Kota Malang Tak Peduli Harga Mahal, Yang Penting LPG 3 Kg Selalu Ada |
|
|---|
| Polemik Beli LPG 3 Kg di Pangkalan, Warga Kota Malang: Kebijakan Jangan Bikin Repot |
|
|---|
| Bisnis Akademi Wirausaha Mahasiswa Merdeka UB Malang, Maggot Jadi Pakan Kucing dan Busana Big Size |
|
|---|
| Puluhan Napi di Lapas Malang Lolos Kompetensi, Diwisuda Jadi Guru Al-Quran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Public-Cupping-Kopi-di-Bumi-Kopi-Jalan-Selorejo-Kota-Malang.jpg)