Lipsus UMKM Sepatu Hias Khas Malang

Pengembangan Utapespaint Malang, Helena Perlu Coba Pemasaran Omnichannel

Kepala Prodi Manajemen Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Roby Nur Akbar menyarankan Helena menggunakan pemasaran omnichannel

|
Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemasaran melalui media sosial (medsos) memang mudah pelanggan atau konsumen lebih luas. Tapi, pemasaran via medsos masih memiliki kelemahan dibandingkan dengan pemasaran secara offline.

Awalnya Helena Alfionitasari Suryawijaya (27) menawarkan jasa melukis sepatu melalui Facebook (FB). Sekarang Helena juga menawarkan jasa melukis sepatu dengan brand Utapespaint Malang tersebut melalui Instagram (IG).

Kepala Prodi Manajemen Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Roby Nur Akbar menyarankan Helena menggunakan pemasaran omnichannel, yaitu strategi pemasaran dan penjualan yang mengintegrasikan semua saluran, baik offline maupun online.

"Medsos memang bisa meningkatkan penjualan, tapi tidak bisa mengukur segment pasar sebenarnya. Marketing secara offline tetap harus sering dilakukan, seperti kerja sama dengan penyelenggara acara kreatif, mengoptimalkan diri di acara komunitas, atau memamerkan produk di tempat wisata agar memperluas dan memperjelas pasar," kata Roby kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (14/11).

Baca juga: Berawal dari Belajar Melukis Autodidak, Helena Sulap Sepatu Kesayangan makin Cantik

Bersosialisasi dengan komunitas merupakan bagian dari pengembangan diri. Menurutnya, ekspansi usaha bisa selama segmen marketnya jelas.

"Pengusaha harus paham betul sasaran penjual produknya. Ekspansi terbaik bisa dilakukan jika bisa melihat dan mengukur keinginan konsumen sehingga ekspansinya minim risiko," tambahnya.

Sosialisasi dengan komunitas bisa dilakukan dengan UMKM binaan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengaku baru mengetahui produk dan karya Helena dari IG.

"Produknya cukup bagus. Kami apresiasi potensi ini. Saya akan datang untuk memberikan dukungan dan potensi pengembangannya. Ini kan khusus painting. Ini sesuatu yang inovatif," kata Eko.

Eko menilai merek dan karya Helena sangat khas Kota Malang. Eko berharap kreativitas seperti Helena bisa menular ke banyak orang di Kota Malang.

Baca juga: Berawal dari Belajar Melukis Autodidak, Helena Sulap Sepatu Kesayangan makin Cantik

"Kami akan ajak diskusi dan ajak koordinasi lebih lanjut," tambahnya.

Diskopindag Kota Malang memiliki empat program untuk meningkatkan dan menyejahterakan pelaku UMKM, yaitu pembinaan, pengembangan, pemberian stimulus keuangan, dan pemberian penghargaan.

Eko menyebutkan pembinaan kepada pelaku UMKM untuk mendapat merek dan nomor induk berusaha (NIB). Setelah pelaku usaha memiliki merek dan NIB, pegawai Diskopindag akan memberikan kesempatan peningkatan kualitas prouk.

"Kualitas produk sangat memengaruhi usaha. Kepercayaan pelanggan terhadap produk diuji dari kualitas produknya," tambahnya.

Nantinya Diskopindag akan melibatkan setiap produk yang punya legalitas untuk ikut dalam pameran. Diskopindag juga akan membantu promosi ke masyarakat luas agar produk tersebut mudah dikenal.

Menurutnya, Diskopindag juga memberikan pengetahuan tentang latihan digital marketing kepada pelaku UMKM binaan. "Ada latihan digital marketing dan lainnya," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved