LIPSUS UMKM Sepatu Hias Khas Malang

Berawal dari Belajar Melukis Autodidak, Helena Sulap Sepatu Kesayangan makin Cantik

Helena mengembangkan bisnis dengan brand Utapespaint ini sejak duduk di bangku SMAK Frateran tahun 2014.

|
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
Berawal dari Belajar Melukis Autodidak, Helena Sulap Sepatu Kesayangan makin Cantik - Helena-Alfionitasari-Suryawijaya-melukis-sepatu-di-rumahnya-di-Jalan-Candi-Kota-Malang.jpg
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Helena Alfionitasari Suryawijaya melukis sepatu di rumahnya di Jalan Candi, Kota Malang, Senin (14/11).
Berawal dari Belajar Melukis Autodidak, Helena Sulap Sepatu Kesayangan makin Cantik - Sepatu-makin-cantik-dengan-tambahan-gambar-wayang-bikinan-Helena-Alfionitasari-Suryawijaya.jpg
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Sepatu makin cantik dengan tambahan gambar wayang
Berawal dari Belajar Melukis Autodidak, Helena Sulap Sepatu Kesayangan makin Cantik - Sepatu-hias-buatan-Helena-Alfionitasari-Suryawijaya.jpg
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Sepatu hias buatan Helena Alfionitasari Suryawijaya

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berawal dari belajar autodidak melukis sepatu, Helena Alfionitasari Suryawijaya (27) mengembangkan jasa melukis sepatu di Kota Malang. Wanita yang domisili di Jalan Candi, Kota Malang sudah melayani pesanan sampai ke luar negeri.

Helena mengembangkan bisnis dengan brand Utapespaint ini sejak duduk di bangku SMAK Frateran tahun 2014. "Awalnya saya membuka usaja di garasi rumah," kata Helena kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (11/10).

Sekarang Helena menjadikan lantai dua rumahnya sebagai tempat kerja. Ada meja untuk melukis, cat, dan kuas di tempat kerja itu. Sepatu-sepatu yang antre untuk dilukis tertata rapi di rak.

"Saat SMA kan ada pelajaran seni rupa atau seni budaya. Saya iseng membuat kriya dengan mencoba melukis di atas sepatu kanvas. Kebetulan waktu itu melukis di atas media sepatu sedang viral," terangnya.

Baca juga: Pengembangan Utapespaint Malang, Helena Perlu Coba Pemasaran Omnichannel

Atas saran teman, Helena mencoba membuat jasa melukis di sepatu kanvas. "Saya coba dengan menjual lewat Facebook. Ternyata responsnya bagus. Awalnya saya hanya melayani sepatu baru. Dalam perkembangannya, ternyata ada pelanggan yang menggunakan jasa saya untuk sepatu lama kesayangan, sepatu rusak, mengelupas, dan sebagainya," terang wanita asal Blitar ini.

Helena menggandeng pihak lain untuk memperbaiki sepatu yang rusak, atau cuci sepatu. Setelah sepatu itu dalam kondisi baik, baru dikembalikan ke Helena untuk dilukis.

"Saya itu free cleaning. Saya real melukisnya. Mungkin bagi pemiliknya, sepatu itu punya banyak kenangan atau cerita. Jadi, saya perbaiki penampilannya," imbuhnya.

Selama ini Helena lebih banyak menerima pesanan melukis di atas sepatu lama. Ada sepatu yang kusam dan warnanya yang sudah memudar. Konsumen ingin sepatu itu diperbaiki.

Helena memberi kebebasan kepada pelanggan untuk memesan lukisannya. Harga bisa disesuaikan jenis lukisan yang akan dilukis di atas sepatu.

"Saya memang tidak mematok harga. Harga tergantung kemampuan pemesan. Biasanya saya tanyakan berapa budget-nya, baru kemudian saya buatkan gambarnya," urainya.

Helena hanya menyesuaikan harga dengan tingkat kesulitan dalam pembuatan gambar. Misalnya, sepatu yang akan dilukis wayang dipatok harga sampai Rp 950.000.

Baca juga: Harga Capai Rp 6,5 Juta, Sepatu Hias Helena Diminati sampai Mancanegara

"Konsumen itu minta gambar wayangnya detil, dan banyak main warna gold, perak yang merupakan warna sekunder," kata lulusan S1 Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Harga pelukisan tersebut memang mahal karena harga catnya juga mahal. Helena pun menyiapkan pilihan cat impor dan cat lokal untuk media pelukisan. Meskipun menggunakan cat lokal, Helena memastikan gambar tersebut akan awet di atas sepatu.

"Biasanya saya perbandingkan kualitasnya, dan saya tunjukkan kualitasnya kepada konsumen," tambahnya.

Selama ini Helena kesulitan melukis di sepatu kulit. Untuk menyiasatinya, Helena harus mencoba menggunakan beragam jenis cat.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved