Komunitas Bersepeda di Malang Raya
Aktivitas Komunitas Bersepeda di Malang, Dandan Dulu Sebelum Berfoto
Kaum perempuan pun tak mau ketinggalan membentuk atau bergabung dalam komunitas bersepeda.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Komunitas bersepeda semakin bertumbuh sejak pandemi Covid-19 mulai tahun 2020 lalu. Bukan hanya kaum pria yang menggemari olahraga kayuh sepeda ini. Kaum perempuan pun tak mau ketinggalan membentuk atau bergabung dalam komunitas sepeda.
Seperti komunitas Srikandi 2 Pedal. Komunitas bersepeda yang dihuni oleh para perempuan ini berdiri pada 19 Maret 2021. Saat ini anggota Srikandi 2 Pedal sedang persiapan jambore sepeda lipat nasional yang akan digelar pada awal Desember nanti.
Ketua Srikandi 2 Pedal, Sita Mayura mengatakan komunitas sepeda yang berdiri pada 19 Maret 2021 ini dihuni oleh para perempuan. Ide pembentukan komunitas bersepeda ini bermula saat Sita sering mengikuti sang suami berolahraga bersepeda sekitar lima tahun lalu.
Awalnya Sita menganggap bersepeda dari rumahnya di Kelurahan Sumbersari sampai kawasan Araya merupakan capaian luar biasa. Lambat laun Sita bisa bersepeda sampai puluhan kilometer (KM).
Setelah rutin bersepeda, Sita mencoba mengajak teman-temannya untuk membentuk komunitas. Awalnya ada tujuh wanita yang bergabung di grup percakapan online yang menjadi sebagai tempat berbagi foto dan video.
"Sebenarnya kami hanya ingin bersepeda biasa. Saat bersepeda itu kan biasa kalau berfoto dan membuat video. Apalagi kalau perempuan, foto-foto itu nomor satu. Grup itu untuk berbagi dokumentasi saat bersepeda. Setelah selesai gowes, ada yang bilang grup itu tidak usah dibubarkan. Saya pun iseng memberikan nama di grup Srikandi 2 Pedal," kata Sita kepada SURYAMALANG.COM.
Setelah grup terbentuk, mereka sering bertemu dan bersepeda. Lambat laun, banyak penggemar bersepeda yang bergabung di dalam grup itu. Saat ini, ada sekitar 30 orang yang menjadi anggota Srikandi 2 Pedal.
Setiap bertemu tempat yang bagus untuk berfoto, Sita dan kawan-kawannya langsung untuk berhenti, lalu mengambil foto.
"Dokumentasi itu penting karena perempuan itu senang foto. Kami juga punya media sosial, seperti Instagram atau Facebook. Dulu, foto yang utama. Setiap titik berhenti, lalu mengambil foto, dan juga video," paparnya.
Sebelum berangkat, anggota komunitas ini juga berdandan. Sita menyadari dandanan bisa luntur oleh keringat saat bersepeda. Biasanya anggota komunitas ini harus kembali dandan sebelum berfoto kembali.
"Sebelum berangkat, dandan dulu. Kalau sampai lokasi, dandanannya luntur, ya dandan lagi. Makannya persiapannya lama. Apalagi kalau ada acara, kami datangkan fotografer, sehingga dandannya semakin kencang," imbuhnya.
Silaturahmi
Komunitas bersepeda tidak sekedar menjadi media untuk menyalurkan hobi bersepeda. Komunitas ini juga bisa menjadi ajang untuk silaturahmi, baik dengan sesama anggota komunitas, maupun dengan anggota komunitas lain.
Seperti yang dilakukan komunitas Bike Bersama yang berdiri pada 13 Juli 2024. Meskipun belum genap berusia setahun, Bike Bersama sudah membuka jejaring sampai luar kota.
"Yang seru dari sepedaan itu adalah kebersamaannya menikmati jalanan. Kalau bersepeda sendiri, kadang jenuh. Kalau bersepeda bareng, bisa ngobrol bersama saat bersepeda," ujar Mohamad Husain Syam Al Fikri, Koordinator Bike Bersama.
| Lokasi Jasa Servis Sepeda Pancal di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang |
|
|---|
| City Bike Jadi Primadona, Harga Sepeda Lipat di Kota Malang Mulai dari Rp 2 Juta |
|
|---|
| Lokasi Jelajah Gunung dengan Sepeda di Kota Batu, Cari Tantangan Sambil Menikmati Pemandangan Indah |
|
|---|
| Biaya Servis Sepeda di Kota Malang, Bisa sampai Rp 3,5 Juta |
|
|---|
| Strolling Bastard Beraktivitas Malam di Kota Malang, Bermula dari Bersepeda sambil Nyangkem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Srikandi-2-Pedal.jpg)