Timnas Indonesia

Karakter Patrick Kluivert Kata Eks Timnas Indonesia Pernah Satu Klub Tenang dan Sabar: Saya Dihargai

Karakter Patrick Kluivert kata eks Timnas Indonesia pernah satu klub, sosok yang tenang dan sabar: saya merasa dihargai!

Instagram @serginhovandijk/@patrickkluivert9
Karakter Patrick Kluivert (kanan) kata eks Timnas Indonesia (kiri) pernah satu klub, sosok yang tenang dan sabar: saya merasa dihargai! 

Patrick Kluivert juga memperoleh wejangan dari mantan juru taktik Australia, Graham Arnold.

Pelatih yang pernah menghadapi Timnas Indonesia di Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia itu memperingatkan kerugian dari proyek naturalisasi yang kini memang tengah digeber oleh PSSI.

Tidak dipungkiri, kebijakan tersebut memiliki sisi positif bagi tim. 

Graham Arnold menilai pengalaman bermain di kompetisi level teratas Eropa bisa membantu meningkatkan level tim.

"Dulu, saya pernah memutuskan untuk menaturalisasi beberapa pemain untuk melengkapi Timnas Australia," kata Arnold, dikutip dari laman Znews melalui Tribunnews.

"Namun, saya selalu menganggap ini sebagai solusi sementara untuk masalah pengembangan pemain jangka panjang" ucapnya. 

"Pemain yang dinaturalisasi sering kali membawa pengalaman bermain di liga-liga top Eropa" jelas Graham Arnold.

"Mereka membantu meningkatkan level tim secara keseluruhan dan menginspirasi pemain lokal" imbuhnya. 

"Beberapa pemain juga berperan sebagai pemimpin, berkontribusi dalam membentuk pola pikir pemenang di seluruh tim," tambahnya.

Baca juga: Tagar Kluivert Out Padahal Baru Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Banyak Isu Masa Lalu Beredar

Meski begitu, Arnold juga mengakui naturalisasi punya sisi negatif ibarat pedang bermata dua.

Menurut Arnold, proyek naturalisasi hanya bisa berhasil jika sang pemain memiliki ikatan dengan negara barunya.

Selain itu, Arnold juga menilai naturalisasi yang salah bisa mengubah identitas tim nasional suatu negara.

"Namun, penyalahgunaan mekanisme naturalisasi dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan, yaitu mengubah identitas dan budaya tim nasional" jelas Arnold.

"Menggunakan pemain yang dinaturalisasi hanya benar-benar efektif jika mereka memiliki keterikatan yang mendalam dengan negara baru" katanya. 

"Jika seorang pemain belum pernah mengalami kehidupan di negara itu, belum beradaptasi dengan iklim, atau tidak memiliki cukup antusiasme untuk mewakili bendera dan seragam, akan sulit bagi mereka untuk berintegrasi ke dalam tim" papar Arnold. 

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved