Berita Viral

Nasib 3 Orang Menteri Dituduh Pemilik Mobil RI 36 Padahal Punya Raffi Ahmad, Patwal Kena Sanksi

Nasib 3 orang menteri dituduh pemilik mobil RI 36 padahal punya Raffi Ahmad, Patwal kena sanksi kronologi kejadian terungkap.

Instagram @raffinagita1717/Youtube Tribunnews.com
Padahal punya Raffi Ahmad (kiri), nasib 3 orang menteri dituduh pemilik mobil RI 36, Patwal (kanan) kena sanksi kronologi kejadian terungkap. 

SURYAMALANG.COM, - Nasib 3 orang menteri dituduh pemilik mobil RI 36 padahal punya Raffi Ahmad jadi sisi lain dari kejadian ini.

Mobil RI 36 menjadi sorotan sejak petugas Patroli dan Pengawal (Patwal) viral menunjuk-nunjuk sopir taksi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Rabu (8/1/2025) sekira pukul 16.30 WIB.

Patwal bertindak demikian ketika membelah kemacetan agar mobil RI 36 bisa lewat. 

Sebelum diketahui mobil RI 36 milik Raffi Ahmad, warganet yang mencari-cari identitas pengguna kendaraan dinas itu sempat menyasar tiga sosok menteri. 

Tiga menteri yang jadi tertuduh itu kemudian buka suara, ini reaksi mereka: 

1. Budi Arie Setiadi

Sosok Budi Arie Loyalis Jokowi Eks Menkominfo Tersorot Kasus Judi Online, Harta Naik sampai Rp100 M
Sosok Budi Arie Loyalis Jokowi Eks Menkominfo Tersorot Kasus Judi Online, Harta Naik sampai Rp100 M (Tribunnews.com)

Pertama, warganet menuding Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi sebagai pengguna mobil tersebut.

Budi Arie mengatakan, Ia memang pernah menggunakan mobil RI 36 ketika menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika.

Hal tersebut sesuai dengan informasi yang dimuat sejumlah laman yang menunjukkan, pelat mobil untuk Menteri Komunikasi dan Informatika di masa pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo adalah RI 36.

Namun, pelat tersebut tidak lagi melekat pada kendaraan dinas Budi Arie setelah dilantik menjadi Menteri Koperasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Bukan, bukan punya saya,” ujar Budi Jumat (9/1/2025) mengutip Kompas.com

2. Meutya Hafid

 Meutya Hafid pernah disandera ISIS
 Meutya Hafid pernah disandera ISIS (kompas TV)

Setelah Budi Arie membantah, tuduhan beralih ke Menteri Komunikasi dan Digital (Menkodigi) Meutya Hafid.

Meutya Hafid dituduh sebagai pemilik karena pelat RI 36 masih digunakan oleh Menteri Komunikasi dan Digital setelah berubah nama dari Menteri Komunikasi dan Informatika.

Meski begitu, Meutya Hafid membantah tudingan tersebut.

Meutya Hafid mengatakan mobil untuk Menteri Komunikasi dan Digital saat ini menggunakan pelat RI 22.

3. Nusron Wahid

Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang membantah menggunakan mobil dinas dengan plat RI 36.
Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang membantah menggunakan mobil dinas dengan plat RI 36. (Instagram)

Selanjutnya ada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid.

Nusron juga terseret polemik mobil RI 36 karena sejumlah warganet berspekulasi pelat ini dipakai Menteri Agraria dan Tata Ruang.

Sama seperti Meutya, Nusron membantah tuduhan warganet dan mengatakan pelat yang digunakan oleh kementeriannya adalah RI 26.

“Pelat nomor yang kami terima dari Sekretariat Negara RI 26. Itu pun jarang saya pakai,” ujar Nusron, Jumat (10/1/2025) mengutip Kompas.com.

Pengakuan Raffi Ahmad

Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad adalah sosok pemilik mobil Lexus hitam dengan pelat nomor dinas tersebut.

Keterangan itu dikirimkan asisten Raffi Ahmad ke kalangan wartawan pada Sabtu (11/1/2025).

Raffi Ahmad menjelaskan, pada saat kejadian dirinya tidak berada di dalam mobil karena kendaraan itu sedang dalam perjalanan menjemputnya.

Mobil dinas itu sebelumnya mengambil beberapa berkas penting sebelum melanjutkan ke rapat berikutnya.

“Bahwa benar adanya mobil tersebut kendaraan yang saya gunakan, namun pada saat kejadian, saya sedang tidak berada di dalam mobil" sebut Raffi Ahmad.

"karena pada saat itu mobil berplat RI 36 sedang dalam posisi menjemput saya untuk menuju agenda rapat selanjutnya,” imbuhnya. 

Sebagai pengguna mobil berpelat RI 36, Raffi Ahmad menjelaskan kronologi kejadian setelah minta klarifikasi kepada seluruh jajaran tim patwal yang mengawalnya.

Menurut Raffi Ahmad, di tengah kemacetan jalan ada taksi Alphard berwarna hitam.

Di depan taksi tersebut ada truk berhenti, sehingga taksi mengambil jalur sebelah kanan dan hampir menyerempet mobil di jalur tersebut.

Pengemudi taksi dan mobil kemudian membuka jendela dan saling adu argumen.

Petugas patwal yang melihat situasi itu khawatir akan menimbulkan kemacetan karena lalu lintas yang lumayan padat.

Salah satu Patwal pun langsung menegur pengemudi taksi dengan mengatakan “Sudah, Maju pak” dengan gestur yang terlihat di video.

Namun, sebelum pengakuan dari Raffi Ahmad muncul, aksi patwal terlanjur membuat banyak pihak berasumsi liar salah satunya menyebut petugas bertindak arogan. 

Patwal Kena Sanksi

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sudah menyampaikan permohonan maaf atas aksi petugas Patwal yang terkesan arogan di jalan raya.

Saat kejadian, pengawalan terhadap mobil RI 36 dilakukan oleh Brigadir DK, anggota Polda Metro Jaya.

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakum) Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso meminta maaf atas kejadian itu.

"Atas tindakan personel tersebut kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu," katanya, Jumat (10/1/25) mengutip Kompas.com.

Pihak Istana Kepresidenan melalui Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya alias Mayor Teddy menyatakan pihaknya telah menegur pejabat negara empunya mobil Ri 36 tersebut.

Namun, Mayor Teddy enggan merinci identitas pejabat negara yang memakai mobil berpelat RI-36 tersebut.

"Sudah, sudah kita tegur," ujar Teddy saat dikonfirmasi Tribunnews, Sabtu (11/1/2025).

Teddy pun kembali mengingatkan kepada seluruh kabinet merah putih untuk lebih bijak dalam berkendara. 

Peringatan ini sudah disampaikan kepada seluruh anggota kabinet.

"Sudah diingatkan kembali semuanya agar semakin berhati-hati dan bijak saat berkendara," pungkasnya.

Selain itu, pengunggah video melalui akun TikTok dengan username @whatareudoingbruhhh telah menyampaikan permintaan maaf. 

"Sebelumnya saya mohon maaf yg sebesar-besarnya atas apa yang terjadi belakangan ini terkait video yang saya rekam mobil Patwal RI 36.4 viral,” ungkapnya. 

"Saya juga minta maaf kepada Ibu Meutya Hafid (Menkomdigi), Pak Nusron Wahid (Men ATR/BPN), Pak Budi Arie Setiadi (Menteri Koperasi) karena ikut terbawa-bawa terkait video ini padahal mereka bertiga bukan yg ada di video ini," jelasnya. 

Akun tersebut juga menyampaikan permintaan maaf kepada Patwal yang bertugas mengawal mobil RI 36 berinisial D yang diduga sudah terkena sanksi. 

Di akhir unggahannya, pengunggah juga meminta maaf kepada Polri, lantaran setelah video tersebut viral, ia merasa membuat citra buruk terhadap institusi tersebut.

"Saya juga meminta maaf kepada Korlantas Polri & Polri Indonesia karena ulah saya citra Polri menjadi tidak baik & membuat asumsi2 negatif terhadap Polri," tandasnya. 

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved