Selasa, 21 April 2026

Doa Isra Miraj Malam 27 Rajab 2025 Minta Hajat Dikabulkan Beserta 3 Amalan yang Bisa Dilakukan

Doa Isra Miraj malam 27 Rajab 2025 minta hajat dikabulkan beserta 3 amalan yang bisa dilakukan, bukan sekedar perjalanan bagi Rasulullah SAW.

Canva.com/Ilustrasi
ILUSTRASI- Doa Isra Miraj malam 27 Rajab 2025 minta hajat dikabulkan beserta 3 amalan yang bisa dilakukan, bukan sekedar perjalanan bagi Rasulullah SAW. 

Latin Indonesia: Laa haula walaa quwwata illa billah

Artinya: "Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah." 

Demikian doa Isra Miraj pada malam 27 Rajab atau di tahun 2025.

Bukan Sekedar Perjalanan 

Mengutip kemenag.go.id, Isra Miraj merupakan perjalanan suci, dan bukan sekadar perjalanan “wisata” biasa bagi Rasul.

Peristiwa ini menjadi perjalanan bersejarah sekaligus titik balik dari kebangkitan dakwah Rasulullah SAW.

John Renerd dalam buku ”In the Footsteps of Muhammad: Understanding the Islamic Experience,” seperti pernah dikutip Azyumardi Azra, mengatakan bahwa Isra Mi’raj adalah satu dari tiga perjalanan terpenting dalam sejarah hidup Rasulullah SAW.

Selain perjalanan hijrah dan Haji Wada, Isra Miraj, menurutnya, benar-benar merupakan perjalanan heroik dalam menempuh kesempurnaan dunia spiritual.

Jika perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah pada 662 M menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka Isra Miraj menjadi puncak perjalanan seorang hamba (al-abd) menuju sang pencipta (al-Khalik).

Isra Miraj adalah perjalanan menuju kesempurnaan ruhani (insan kamil).

Sehingga, perjalanan ini menurut para sufi, adalah perjalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi.

Inilah perjalanan yang amat didambakan setiap pengamal tasawuf.

Sedangkan menurut Dr Jalaluddin Rakhmat, salah satu momen penting dari peristiwa Isra Miraj yakni ketika Rasulullah SAW “berjumpa” dengan Allah SWT.

Ketika itu, dengan penuh hormat Rasul berkata, “Attahiyatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibatulillah”;

“Segala penghormatan, kemuliaan, dan keagungan hanyalah milik Allah saja”.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved