Kecurigaan Titiek Soeharto Dalang Pagar Laut Tangerang, Siapa yang Biayai: Milik Negara Enak Saja!
Kecurigaan Titiek Soeharto dalang pagar laut Tangerang, mantan istri Presiden heran siapa yang biayai: milik negara enak saja!
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, - Kecurigaan Titiek Soeharto terkait dalang pagar laut Tangerang terungkap setelah pihaknya turun langsung ke lapangan.
Sebagai Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto yang juga mantan istri Presiden Prabowo Subianto memastikan pihaknya akan mengawal temuan tersebut.
Titiek Soeharto juga membahas siapa yang memerintah dan membiayai pemagaran laut di kawasan perairan Kabupaten Tangerang, Banten.
Hal tersebut melanggar Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Baca juga: MOMEN Mantan Istri Presiden Prabowo Pantau Pembongkaran Pagar Laut, Baru Pertama Naik Tank Amfibi
Dalam aturan itu menegaskan pemerintah dilarang memberikan hak pengusahaan atau konsesi agraria di perairan pesisir bagi para pengusaha.
Titiek Soeharto meyakini perusahaan besar menjadi dalang dari pagar laut yang membentang sepanjang 30,16 kilometer itu.
Hal itu disampaikan Titiek setelah ditanya apakah mungkin perusahaan besar menjadi pelaku pemasangan pagar laut misterius.
"Ya kalau enggak perusahaan besar mana mungkin dia bikin pagar seperti itu ya, untuk apa gitu ya," ucap Titiek di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Kendati demikian, putri Presiden ke-2 RI itu enggan menerka lebih jauh soal pelaku pemasang pagar laut.
Titiek Soeharto menyerahkan kepada pemerintah untuk membongkar siapa pelaku pagar laut yang telah merugikan nelayan pesisir Tangerang.
"Saya juga sebagai anggota dewan, sebagai rakyat biasa kita juga ingin tahu siapa sih yang menyuruh, yang membiayai, yang memiliki pagar laut ini kita juga ingin tahu" jelasnya.
"Dan mudah-mudahan bisa kita percayakan kepada pemerintah supaya bisa menemukan," ujar Titiek Soeharto mengutip Kompas.com.
Baca juga: REKAM JEJAK Titiek Soeharto Anak Jenderal Jadi Mantan Istri Presiden, Naik Tank Bongkar Pagar Laut
Titiek menilai pagar laut itu jelas menghalangi nelayan untuk mencari nafkah di laut.
Di lain sisi, pagar laut menurut Titiek Soeharto juga melanggar hukum.
"Itu juga melanggar hukum. Ini kan laut, laut ini bukan milik perorangan atau milik perusahaan, ini adalah milik negara gitu ya. Mereka enak saja mager-magerin," kata Titiek.
Titiek Soeharto pun menyambut baik langkah pemerintah akan membatalkan sertifikat-sertifikat terkait penguasaan laut di pesisir Tangerang, Banten yang dinilai melanggar hukum.
"Laut ini bukan milik perorangan atau korporasi, melainkan milik kita semua. Kami dari DPR, khususnya Komisi IV, meminta agar permasalahan ini segera diselesaikan dan ditertibkan," kata Titiek.
Titiek menyampaikan apresiasi atas keputusan pemerintah yang telah memerintahkan pencabutan pagar laut tersebut.
"Hari ini, kami sudah mendengar langsung dari Pak Menteri KKP dan Pak Menteri ATR/BPN bahwa pagar laut ini akan dicabut" ungkapnya.
"Kami sangat mengapresiasi keputusan ini, yang merupakan tindak lanjut dari keputusan presiden," jelas Titiek.
Titiek Soeharto juga menambahkan langkah pencabutan pagar laut akan segera dituntaskan dengan bantuan TNI Angkatan Laut.
Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan hak para nelayan untuk melaut tanpa gangguan.
Pencabutan Pagar Laut
Saat pencabutan pagar laut, Titiek Soeharto pun ikut hadir untuk melihat proses pembongkaran pada Rabu (22/1/2025).
Titiek bahkan sempat menuju ke tengah laut untuk memantau langsung proses pencabutan bilah-bilah bambu yang memagari perairan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang.
Melansir Youtube Tribunnews, Titiek tampak mengenakan topi bundar hitam, kemeja putih, dan rompi motif batik warna biru navy saat hadir di Pantai Tanjung Pasir.
Politisi 65 tahun itu tampak berbincang dengan para staf TNI Angkatan Laut (AL) saat berada di lokasi tersebut.
Tiba-tiba, tampak seorang laki-laki menghampirinya untuk menyapa dan bersalaman. Ternyata laki-laki tersebut adalah musisi senior Erros Djarot.
Titiek dan Erros lantas berjabat tangan dan saling menyapa dengan "cipika-cipiki".
Baca juga: DAFTAR 4 BESAR Menteri Terkaya Kabinet Prabowo: Erick Thohir, Widiyanti Putri Tembus Triliunan
Setelahnya, tampak pula mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Roy Suryo ikut menyapa dan menyalami Titiek.
Mantan istri Presiden Prabowo Subianto itu lantas menuju tank amfibi yang akan membawanya menuju ke perairan Tanjung Pasir.
Sesampainya di dekat tank, sejumlah staf TNI AL telah siap untuk membantu Titiek naik ke atas tank.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksmana Muhammad Ali yang sudah naik terlebih dulu ke atas tank tampak menunggu Titiek untuk naik.
Titiek kemudian menaiki tank amfibi LTV-07 itu secara perlahan dengan dibantu para staf TNI AL.
Setelah naik ke atas tank, ia lalu masuk dan tank bersiap berangkat.
Kemudian tank turun dari pantai Tanjung Pasir menuju lokasi pagar laut di perairan Tanjung Pasir.
Setelah tank yang dinaiki Titiek lepas landas di laut, sejumlah perahu milik TNI AL hingga nelayan mengikuti dari belakang.
Titiek menyatakan, DPR akan terus mengawal kasus pagar laut dan menegaskan Komisi IV akan mengadakan rapat dengan KKP secara periodik untuk pemantauan selanjutnya.
Politisi Partai Gerindra itu pun meminta kepada masyarakat mau melaporkan jika ditemukan adanya pagar laut serupa di daerah lain.
"Kami juga minta pada masyarakat tolong kita juga diinfokan kalau ada yang tidak beres di lapangan dan kasus ini yang seperti ini tidak hanya ada di sini tapi ada di tempat-tempat lain," tambah Titiek.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyebut bambu-bambu yang dijadikan pagar laut di perairan Tangerang, Banten, akan dijadikan barang bukti.
Hal tersebut disampaikan Trenggono dalam konferensi pers di Pantai Tanjung Pasir, Tangerang, Rabu (22/1/2025).
"Bambu, ya, bambunya juga akan dijadikan barang bukti," kata Trenggono, dipantau dari Breaking News Kompas TV.
Baca juga: LATAR BELAKANG Widiyanti Putri Menteri Terkaya Kabinet Prabowo Harta 5,4 Triliun, Anak Konglomerat
Sebagai informasi, keberadaan pagar laut misterius di perairan Tangerang menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial pada awal tahun ini.
Pagar itu memberikan dampak besar bagi masyarakat pesisir.
Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Banten mencatat sekitar 3.888 nelayan dan 502 pembudidaya terdampak langsung, memengaruhi 21.950 jiwa secara ekonomi.
Selain itu, ada kekhawatiran pagar tersebut merusak ekosistem laut di wilayah tersebut.
Mengutip sebagian Kompas.com/KompasTV.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp
Terlihat Sejak Awal Azizah Salsha Ngaku Tak Mau Nikah Muda Anti Diatur-atur Ayah Bantah Perjodohan |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca Malang dan Kota Batu Hari Ini Kamis 28 Agustus 2025, Hujan-Berawan Dingin 16-17°C |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Alasan Rekrut Agusti Ardiansyah, 2 Sosok Pengganti Achmad Maulana |
![]() |
---|
WEJANGAN Andre Rosiade ke Pratama Arhan Sebelum Sang Mantu Gugat Cerai Azizah Salsha |
![]() |
---|
6 Rekomendasi Kuliner Legendaris Sekitar Kayutangan Malang yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.