Minggu, 12 April 2026

LIPSUS Jual Beli Mobil Bekas Malang Raya

Cara Pembayaran Beli Kendaraan Bekas di Malang Raya, Bayar Tunai Lebih Untung

Garansi ini sebagai penjamin dari penjual maupun agen untuk memastikan kondisi kendaraan tetap aman selama masa garansi berlangsung.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
ILUSTRASI - Deretan mobil bekas seven seater yang dimiliki oleh Showroom mobil bekas Agung Abadi Motor di Jl Raya Mondoroko 999, Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (1/2/2025). Mobil bekas seven seater masih menjadi primadona konsumen untuk pembelian mobil bekas di Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Mayoritas pembeli ingin mendapat garansi untuk kendaraan yang sudah dibelinya.

Garansi ini sebagai penjamin dari penjual maupun agen untuk memastikan kondisi kendaraan tetap aman selama masa garansi berlangsung.

Namun, tidak semua showroom atau penjual menyediakan garansi untuk kendaraan bekas yang dijual ke pembeli. Sekretaris Paguyuban Pedagang Otomotif (PPOT) Kota Batu, Antoni Wibowo mengatakan penjual kendaraan bekas yang bergabung di paguyuban ini tidak menyediakan garansi.

"Tapi kami memastikan kondisi kendaraan bekas yang dijual dalam kondisi prima atau siap pakai," kata Toni kepada SURYAMALANG.COM, Senin (3/2).

Toni menyebutkan penjual tidak langsung menjual kendaraan bekas ke pembeli. Sebelum memajang kendaraan di showroom, penjual akan mmemperbaiki kerusakan pada kendaraan tersebut.

"Sebelum dijual ke konsumen, kami perbaiki dulu cat bodi mobil, mesin, dan kaki," terangnya.

Toni menyarankan pembeli tidak tergiur dengan harga murah atau sangat murah yang ditawarkan oleh penjual. Kendaran bekas yang dibeli dengan harga murah belum tentu kondisinya bagus.

Pembeli tidak perlu tergesa-gesa membeli kendaraan. "Teliti surat-surat dan keasliannya. Sebelum membayar kendaraan, cek fisik kendaraan dulu," urainya.

Saat ini mobil bekas yang paling jadi buruan adalah mobil keluarga. Menurutnya, pembeli mencari mobil keluarga untuk persiapan mudik Lebaran.

"Mobil yang harganya antara Rp 50 juta sampai Rp 100 juta yang paling banyak dicari," ujarnya.

Pembeli bebas memilih membayar kendaraan bekas secara kredit atau tunai. Bagi pelaku wirausaha, membayar secara kredit lebih menguntungkan karena pembayaran bisa disesuaikan pendapatan harian.

"Kalau membayar secara tunai itu lebih menguntungkan karena pembeli tidak kena bunga kredit," jelasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved