Rabu, 22 April 2026

Dikbud Kota Malang Berharap Kolaborasi LKP Bahasa Inggris, Talkshow Brand New Look EF Malang

Sekretaris Dikbud Kota Malang, Tri Oki Rudianto menyebut, tidak semua guru dan siswa di sekolah negeri dan swasta bisa berbahasa Inggris.

|
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
TALKSHOW DI EF MALANG - Talkshow "Peran Penggunaan Bahasa Inggris dalam Memajukan Kota Malang" menjadi bahasan dalam di English First (EF) Malang JL Merbabu, Kamis (6/2/2025). Dikbud Kota Malang berharap ada kolaborasi dan CSR berupa pembelajaran bahasa Inggri bagi sejumlah sekolah dan duta wisata di Malang Raya.  

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang mengingatkan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) bahasa Inggris untuk bisa memberi manfaat pada lingkungannya lewat tanggung jawab sosial.

Pesan untuk kolaborasi ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Tri Oki Rudianto dalam Kegiatan talk show bertema "Peran Penggunaan Bahasa Inggris dalam Memajukan Kota Malang" mewarnai peresmian brand new look English First (EF) Malang di jl Merbabu, Kamis (6/2/2025). 

Oki menyebut, tidak semua guru dan siswa di sekolah negeri dan swasta bisa berbahasa Inggris.

Begitu juga di OPD lain seperti Satpol PP, Dishub.

"Kalau mengingatkan turis asing pakai bahasa Indonesia mungkin tidak mengerti. Tanggungjawab sosial perusahaan bisa memberikan kursus-kursus singkat sehingga bisa dimanfaatkan," tandasnya.

Begitu juga terkait pembelajaran di sekolah apa sudah update atau belum.

"Mungkin pembelajaran  di EF bisa ditularkan pada sekolah sebagai CSR. Tujuannya ya buat semua. Jika terwujud, jika bagus, akan menarik warga ke EF," pesan Oki.

"Tribina cita Kota Malang adalah Malang sebagai kota pariwisata, pendidikan dan industri. Dalam pendidikan, keberadaan LKP untuk meningkatkan skill warga Kota Malang," kata Oki. 

Pada satuan pendididikan, bahasa Inggris sudah masuk Mapel (mata pelajaran).

Bahkan di perubahan kurikulum, Mapel bahasa Inggris masuk dalam muatan lokal.

Muatan lokal Mapel lainnya adalah bahasa daerah.

"Kedua bahasa itu penting. Namun di SD, bahasa Inggris belum masuk pelajaran. Tapi ada beberapa sekolah yang mengajarkan secara dasar untuk komunikasi. Kalau di jenjang SMP dan SMA sudah ada Mapelnya," kata dia.

Meski bahasa Inggris penting, tapi ia berpesan jangan an sampai melepaskan bahasa daerah. 

Ia melihat tantangan dalam berkomunikasi berbahasa Inggris adalah anak malu berkomunikasi bahasa Inggris misalkan karena saat salah ucap tidak dibenarkan, malah dicemooh.

Padahal yang penting adalah keberanian berkomunikasi. Kalau ada yang salah, bisa dibenarkan agar tepat.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved