Kisah Nurul Azizah, dari Camat Hingga Jadi Wakil Bupati Perempuan Pertama Bojonegoro

Putri kedua Nurul Azizah, dr. Fauzia Noor Alifa ialah seorang dokter di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen, Kabupaten Malang.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
PROFIL SOSOK - Nurul Azizah resmi dilantik sebagai wakil Bupati Bojonegoro mendampingi Setyo Wahono periode 2025 - 2030. 

Laporan :  Misbahul Munir

SURYAMALANG.COM, BOJONEGORO – Nama Nurul Azizah kini tercatat dalam sejarah sebagai wakil bupati perempuan pertama di Bojonegoro setelah berhasil memenangkan Pilkada 2024 bersama pasangannya, Setyo Wahono.

Pasangan Setyo Wahono-Nurul Azizah (nomor urut 2) dengan dukungan penuh 14 partai politik menang telak dengan perolehan suara 701.249, mengalahkan pasangan Teguh Haryono-Farida Hidayati. 

Kemenangan ini sekaligus menjadikan Nurul Azizah sebagai wakil bupati perempuan pertama dalam sejarah Bojonegoro.

Keberhasilan Nurul Azah saat ini bukanlah sesuatu yang instan, melainkan buah dari perjalanan panjangnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang penuh dedikasi serta komitmen terhadap pelayanan publik.

Perempuan lahir pada 5 April 1969 di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Bojonegoro ini, tumbuh di lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan di lingkungan pondok pesantren, yang membentuk karakter religius dalam kehidupannya.

Anak kedua dari tujuh bersaudara ini merupakan hasil buah cinta pasangan H. Chozin Mabruri (alm) yang merupakan seorang PNS di Kantor Kementerian Agama, serta Hj. Asri’ah (almh).

Berkat didikan kuat dari kedua orang tuanya inilah keluarga besar Nurul Azizah tidak hanya dikenal religius, tetapi juga sukses dalam berbagai bidang.

Bagaimana tidak, saudara tertuanya, yakni Hj. Hamida Hayati, SE sukses meniti karir perbankan terakhir pensiunan pegawai BRI.

Selanjutnya, anak ketiga adalah Didik Farchan Ali Syahd juga sukses sebagai Jaksa saat ini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Banten. 

Kemudian, anak keempat Ir.Hj. Elfia Nuraini, sebagai PNS, dr.Hj. Ulfa Cholili, sebagai Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub Hati. Hj.Erna Zulaikah, sebagai PNS dan saudara bungsunya Helmi Alifikri sebagai PNS di Pemkab Bojonegoro.

Keluaga besar Nurul Azizah pun tercatat pernah dinobatkan sebagai Keluarga Sakinah Teladan Jawa Timur pada tahun 2006.

Selain menjadi pemimpin yang hebat, Nurul Azizah juga merupakan ibu yang luar biasa. Ia menikah dengan AKBP (purn.) Ir. Budi Djatmiko, SH, seorang perwira polisi yang kini telah pensiun. 

Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak yang juga menorehkan prestasi, pertama AKP Fahmi Noor Adly sukses meniti karir di kepolisian dan informasi terakhir bertugas sebagai Sespri Kabareskrim Polri.

Kemudian putri keduanya dr. Fauzia Noor Alifa seorang dokter di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen.

Sebelum memasuki dunia politik, Nurul Azizah lebih dulu menorehkan prestasi sebagai seorang ASN.

Mulai di percaya sebagai Camat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup hingga menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) perempuan pertama di Pemkab Bojonegoro pada tahun 2019.

Berbagai penghargaan pun berhasil diboyongnya seperti mendapatkan penghargaan sebagai Camat Teladan Tingkat Provinsi Jawa Timur pada tahun 2018 hingga sukses meraih Top 35 Inovasi Pelayanan Publik Nasional dari Kemenpan RB.

Berbekal pengalaman panjangnya dalam birokrasi, Nurul Azizah mulai dilirik sebagai figur potensial dalam dunia politik.

Berbekal keahlian dalam manajemen pemerintahan serta kedekatannya dengan masyarakat, ia menerima tawaran untuk maju dalam Pilkada Bojonegoro 2024 sebagai calon wakil bupati mendampingi Setyo Wahono yang tidak lain adalah adik kandung Pratikno yang menjabat sebagai Mensesneg era presiden Joko Widodo. 

Lobby politik pasangan ini terbilang moncer, sejak pertama Deklarasi sebagai pasangan calon, para elit politik tanah air pun langsung melirik mereka.

Hingga diakhir masa pendaftaran pasangan Wahono - Nurul meraup dukungan 14 partai politik yang disebut KIM Plus. Wahono-Nurul pun melenggang mulus menduduki jabatan orang nomor 1 di Kabupaten Bojonegoro sebab menang telak mengantongi lebih dari 80 persen suara atau 701.249. Mengalahkan pesaingnya pasangan Teguh Haryono-Farida Hidayati. 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved