Lebaran 2025
7 Tips Aman Berkendara di Cuaca Ekstrem Saat Arus Balik Lebaran 2025, Fisik dan Kondisi Armada Utama
Berikut ini 7 tips aman berkendara di cuaca ekstrem saat arus balik Lebaran 2025.
Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG.COM - Berikut ini 7 tips aman berkendara di cuaca ekstrem saat arus balik Lebaran 2025.
Hal paling utama yang harus diperhatikan saat kembali ke perantauan setelah Lebaran yakni kondisi fisik dan juga kondisi armada.
Perlu diketahui, bahwa sebelum melaksanakan arus balik Lebaran, tentu ada beberapa hal yang mesti diketahui para pemudik.
Sebab, kadangkala perjalanan bisa saja terhambat karena faktor cuaca.
Hal inilah yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia.
Cuaca di tiap daerah tentu berbeda-beda.
Kadangkala, cuaca cerah, tapi bisa juga mendadak hujan deras.
Maka dari itu, berikut ini akan kami suguhkan tips aman berkendara selama arus balik Lebaran ketika cuaca ekstrem.
1. Periksa Cuaca Sebelum Berangkat
Sebelum memulai perjalanan, selalu periksa ramalan cuaca untuk mengantisipasi kondisi ekstrem seperti hujan lebat atau angin kencang.
Ini membantu Anda mempersiapkan diri dan kendaraan dengan lebih baik.
Pastikan rute perjalanan Anda tersebut memang aman dilintasi.
Di saat cuaca buruk, kadang ada beberapa lokasi yang rawan longsor dan pohon tumbang.
2. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima
Hal yang tak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan, terutama rem dan ban.
Pastikan tekanan ban sesuai dan tapak ban tidak aus.
Kondisi kendaraan yang baik sangat penting saat berkendara dalam cuaca buruk.
3. Gunakan Lampu Kendaraan
Saat berkendara dalam cuaca buruk, seperti hujan atau kabut, nyalakan lampu kendaraan untuk meningkatkan visibilitas.
Pastikan lampu depan dan belakang berfungsi dengan baik.
Ini bertujuan untuk memudahkan pengendara lain melihat keberadaan Anda.
Jangan sampai karena kabut atau hujan deras, pengendara lain tidak melihat Anda, dan bisa menimbulkan mara bahaya.
4. Jaga Jarak Aman
Dalam kondisi jalan yang licin atau visibilitas rendah, penting untuk menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Ini memberikan waktu lebih untuk bereaksi jika terjadi situasi darurat.
Bila melintas di jalur tanjakan, perhatikan baik-baik posisi kendaraan Anda.
Jangan terlalu dekat dengan kendaraan yang berada di bagian depan.
Hal ini mengantisipasi kendaraan di depan Anda tiba-tiba mundur karena tak mampu menanjak.
5. Kurangi Kecepatan
Berkendara lebih lambat dari biasanya akan membantu Anda mengontrol kendaraan dengan lebih baik saat menghadapi kondisi jalan yang tidak ideal.
Kecepatan yang lebih rendah juga mengurangi risiko kecelakaan.
Jangan terlalu ngebut di jalanan yang licin dan berliku.
Pastikan melihat setiap sisi sebelum memotong kendaraan lain.
6. Hindari Mengemudi Saat Lelah
Jika merasa lelah atau mengantuk, berhenti di rest area untuk istirahat.
Kelelahan dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem.
7. Siapkan Perlengkapan Darurat
Bawa perlengkapan darurat seperti senter, air minum, makanan ringan, dan selimut.
Ini berguna jika Anda terjebak dalam kemacetan atau mengalami masalah di jalan.(Tribun Medan)
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp
Tradisi Kupatan Pekauman Gresik Dilestarikan sudah Turun Temurun, Siapapun Boleh Turut Serta |
![]() |
---|
Jumlah Pengunjung di Pantai Papuma Jember Anjlok di Lebaran Ketupat, 2 Ribu Wisatawan |
![]() |
---|
Apa Itu Catcalling? Marak di Kayutangan Heritage Kota Malang, Wisatawan Cewek Mengeluh Takut |
![]() |
---|
Kayutangan Heritage Kota Malang Ramai Saat Lebaran, Wisatawan Keluhkan Catcalling dan Parkir |
![]() |
---|
Masjid Tiban Malang jadi Lokasi Favorit Pengunjung Nikmati Libur Lebaran 2025, Ramai hingga Malam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.