DPRD Jatim Murka, Desak Usut Tuntas Skandal CCTV di Toilet Siswi SMAN 1 Maospati

DPRD Jawa Timur mengecam keras kasus penemuan kamera CCTV di toilet siswi SMAN 1 Maospati, Kabupaten Magetan.

Editor: iksan fauzi
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
MURKA : Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono. DPRD Jatim Murka, Desak Usut Tuntas Skandal CCTV di Toilet Siswi SMAN 1 Maospati 

SURYAMALANG.COM | MAGETAN – DPRD Jawa Timur mengecam keras kasus penemuan kamera CCTV di toilet siswi SMAN 1 Maospati, Kabupaten Magetan.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono, menyebut insiden tersebut sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap hak asasi anak dan privasi yang tidak bisa ditoleransi sedikit pun.

Menurut Deni, lembaga pendidikan seharusnya menjadi ruang yang paling aman bagi siswa, bukan justru menjadi tempat terjadinya pelanggaran etika dan hukum.

Dia menyayangkan lambannya respons pihak sekolah dan menilai bahwa penanganan yang tidak serius bisa memperparah trauma korban.

“Ini bukan kasus sepele. Ini adalah pelanggaran berat terhadap privasi dan rasa aman siswa di lingkungan sekolah. Pemasangan kamera di ruang privat seperti toilet adalah tindakan kriminal dan tidak bisa ditoleransi,” tegas Deni, Rabu (16/4/2025).

DPRD Jatim, kata Deni, mendesak pihak kepolisian untuk turun tangan secara langsung, karena kasus ini berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak serta UU ITE.

Selain itu, dia juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengevaluasi total sistem pengawasan di sekolah-sekolah negeri.

“Kalau sekolah menyuruh siswa ‘mengikhlaskan’, itu justru pernyataan yang memalukan. Harusnya sekolah menjadi garda terdepan dalam melindungi siswanya, bukan menyuruh diam dan menerima begitu saja,” tegas politisi PDI Perjuangan ini. 

Sebelumnya, publik Magetan dikejutkan oleh penemuan kamera CCTV tersembunyi yang menyerupai bohlam lampu di dalam toilet perempuan SMAN 1 Maospati.

Kamera tersebut pertama kali ditemukan oleh salah satu siswi pada Februari 2025, dan laporan segera disampaikan ke pihak sekolah.

“Awalnya saya tidak curiga, saya kira lampu biasa. Tapi setelah saya amati ternyata ada kameranya,” ujar salah satu siswi yang enggan disebutkan namanya.

Namun alih-alih mendapatkan perlindungan dan tindak lanjut yang tegas, pihak sekolah justru dituding lamban dan menyarankan siswa untuk bersikap ikhlas.

“Sekolah seperti tidak ada tindakan. Malahan kami disuruh ikhlas,” ucap seorang murid lain.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Maospati, Nasrullah, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyebut bahwa pihak sekolah telah melepas perangkat dan menyelidiki kejadian.

“Waktu itu memang ada laporan dari anak-anak bahwa ada CCTV di toilet siswi. Setelah kejadian itu kami melakukan rapat untuk menyelidiki siapa pelaku di balik pemasangan CCTV itu,” terangnya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved