Minggu, 19 April 2026

Hardiknas, Pemkab Malang Tingkatkan Mutu Pendidikan dengan Program Sapu Bersih Anak Tidak Sekolah

Pemkab Malang siap untuk memajukan kecerdasan anak melalui pendidikan bermutu, di antaranya dengan program Sapu Bersih (Saber) Anak Tidak Sekolah

Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Eko Darmoko
Pemkab Malang
HARI PENDIDIKAN NASIONAL - Upacara Hardiknas 2025 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (2/5/2025). Pemkab Malang tingkatkan mutu pendidikan dengan program Sapu Bersih Anak Tidak Sekolah. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi suatu momen penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui layanan pendidikan yang berkualitas.

Di momen ini, Pemkab Malang siap untuk memajukan kecerdasan anak melalui pendidikan bermutu, di antaranya dengan program Sapu Bersih (Saber) Anak Tidak Sekolah (ATS).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, sesuai dengan tema Hardiknas 2025 tentang "Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua" ada beberapa upaya yang harus dilakukan.

"Di antaranya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Kedua, meningkatkan mutu kompetensi guru, tenaga pendidik melalui diklat dan bimtek, serta peningkatan kesejahteraan guru," kata Suwadji kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (2/5/2025).

Selanjutnya, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh pendidikan.

Sehingga, Suwadji menekankan tidak ada lagi anak usia pendidikan tidak memperoleh pendidikan.

Di Kabupaten Malang kami ada program bernama Saber ATS. Program ini dibentuk sebagai upaya mengurangi jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Malang.

"Berdasarkan data dari Kemendikdasmen jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Malang sebanyak 19 ribu orang," tandasnya.

Dari data tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang berupaya untuk menangani anak tidak sekolah. Satgas Saber ATS mulai dari tingkat kecamatan dengan camat sebagai ketua satgas.

Kategori anak tidak sekolah ada tiga macam, di antaranya belum sekolah sama sekali, ptus sekolah, dan tidak melanjutkan. Latar belakang yang membuat anak tidak sekolah, lanjut Suwadji yaitu, karena faktor ekonomi, kurangnya motivasi orang tua dan dari siswa itu sendiri, permasalahan sosial dan lingkungan, hingga permasalahan geografis.

"Ini kami berupaya anak-anak yang tidak sekolah setelah kami data kita petakan mana yang masih usia sekolah atau yang sudah bukan usai sekolah."

"Yang masih usia sekeolah ini kami beri dorongan dan motivasi untuk sekolah formal, yang di atas usia sekolah kami arahkan untuk mengikuti pendidikan non formal kesetaraan baik paket A, B, dan C," urainya.

Dalam rangka menangani anak tidak seklah, Pemerintah Kabupaten Malang telah memberikan bantuan sosial kepada kurang lebi 5.100 siswa.

Selain itu memberikan beasiswa bagi siswa miskin sebanyak 200 anak dengan besaran Rp 200 ribu/bulan.

Bantuan beasiswa ini berikan dengan syarat siswa tersebut berasal dari keluarga miskin, belum memperoleh Program Indonesia Pintar (PIP). Data ini diperoleh dari hasil pemetaan by name by address.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved