Proliga 2025

Efek Viral Sindiran Megawati, Usul Sistem Proliga 2025 Seperti Liga Voli Korea, Semua Tampil All Out

Efek viral sindiran Megawati Hangestri soal "playing soap", usul sistem Proliga 2025 dibuat seperti Liga Voli Korea, semua tim bisa tampil all out

|
Instagram @petrovoli_
PROLIGA 2025 - Pemain voli Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi (KANAN) bersama rekan-rekannya diunggah di postingan Instagram klub pada Minggu (4/5/2025). Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia (KIRI) saat bertanding di Final Four Proliga 2025. 

SURYAMALANG.COM, - Usulan agar sistem kompetisi Proliga 2025 diubah seperti sistem Liga Voli Korea mulai dibicarakan. 

Apalagi sebelumnya, pemain voli Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi sempat melontarkan sindiran soal "playing soap" alias main sabun. 

Sindiran yang diduga ditujukan Megawati untuk klub lawannya, Jakarta Pertamina Enduro itu viral di media sosial dan mendapat beragam reaksi dari netizen. 

Megawati diduga menyindir Pertamina Enduro sengaja mengalah demi memuluskan Popsivo Polwan lolos ke grand final.

Baca juga: Sosok Elisa Zanette Pengganti Megawati di Red Sparks, Ko Hee-jin Puas Meski Ada Nada Sumbang

Kini setelah Proliga 2025 berakhir, saran dan kritik terhadap sistem kompetisi ditujukan kepada Federasi Bola Voli Indonesia (PBVSI). 

Usulan dikhususkan terkait aturan yang ditentukan pada babak final four.

PBVSI menggunakan sistem round and robin pada babak empat besar dengan dua tim teratas yang berhak melaju ke babak final.

Namun, aturan tersebut membuat persaingan sedikit mengendur jika sudah ada satu tim yang lebih dulu memastikan tiket ke laga puncak.

Tentu saja, tim yang sudah lolos ke final duluan lebih memilih menjaga stamina dan kebugaran para pemain mereka agar terhindar dari cedera.

Baca juga: Pesan Legenda Voli Indonesia, Megawati Marah di Medsos saat Proliga 2025, Risiko Pujian Ada Hujatan

Strategi yang sebenarnya sah-sah saja dilakukan oleh setiap tim yang sudah mengunci satu tempat di laga puncak.

Pada musim ini, Jakarta LavAni Livin Transmedia bahkan sudah dipastikan lolos final setelah pekan kedua di Kota Semarang.

Maka dari itu, mereka lebih memilih menurunkan pemain pelapis dalam dua pertandingan pekan terakhir final four yang digelar di Kota Solo.

Tim Putri

Situasi lebih runyam terjadi pada sektor putri, empat tim masih memiliki peluang hingga pekan terakhir babak final four.

Laga penentu sebenarnya tersaji dalam laga antara Jakarta Pertamina Enduro dan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia.

Pasalnya, pemenang dari laga tersebut memiliki peluang lebih besar untuk lolos ke babak final.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved