Polisi Gadungan Surabaya

Polisi Gadungan Tipu Polisi Asli, Mengaku Pangkat AKP, Modus Bantu Mutasi Berbayar Belasan Juta

Tersangka MS diketahui telah menipu seorang anggota Polisi sungguhan yang berdinas di Mapolres Probolinggo, berbekal seragam pakaian dinas luar polisi

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Luhur Pambudi
POLISI GADUNGAN - Tersangka MS diinterogasi Kapolsek Tegalsari Polrestabes Surabaya Kompol Rizki SantosoRabu (21/5/2025). Tersangka MS merupakan pelaku penipuan dan penggelapan berkedok sebagai Polisi gadungan berpangkat AKP. 

Meskipun uang tunai ratusan juta itu sudah ditransfer ke nomor rekening pribadi, tapi keberadaan Tersangka MS tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi. 

Rizki mengungkapkan, Tersangka MS sempat menukarkan uang sejumlah Rp 40 juta dengan nominal pecahan lebih kecil, lalu menyerahkannya pada korban, seperti yang dijanjikan.

Namun, saat korban kembali meminta hasil penukaran uang tunai sisanya, Tersangka MS terus menerus berkelit, bahkan sempat berpindah lokasi tempat kosan untuk menghilangkan jejak. 

"Ternyata, setelah kami interogasi, uang tersebut sudah dihabiskan pelaku dan dipakai kebutuhan pribadi," jelasnya. 

Lalu, dari mana Tersangka MS memperoleh pakaian dinas Korps Bhayangkara berpangkat mentereng untuk menipu para korbannya, bahkan sampai membuat seorang Polisi sungguhan, terpedaya. 

Rizki mengungkapkan, Tersangka MS memperoleh pakaian dinas Polisi tersebut dengan cara membeli secara online melalui marketplace.

Bahkan ada pakaian seragam dinas yang dimodifikasikan melalui jasa permak dan tailor tersebar di Kota Surabaya.

"Bajunya banyak macam, ada yang baju Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polda Jatim; Reskrimsus," katanya. 

Tersangka MS memperoleh pengetahuan mengenai kepangkatan dan serba-serbi proses mutasi kedinasan Korps Bhayangkara selama ini, karena kerap ngobrol dan berteman dengan beberapa anggota Polri di tempat asalnya. 

"Dia sengaja mencari teman Polisi untuk membaca situasi, aturan dan hal-hal yang berkaitan dengan kepolisian. Bekal dari pertemanan itu, sehingga dia berani mencoba menjadi Polisi gadungan dan menipu para korbannya," pungkasnya. 

"Di Surabaya 2 tahun. Tinggal di Gubeng. Ngekos sendirian. Jumlah korban cuma 2 orang. Enggak ada korban lain di Jatim atau Jakarta. Baju bikin di Surabaya, beli online," ujar Tersangka MS saat diinterogasi Kompol Rizki Santoso. 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved