Waspada Covid-19 Datang Lagi, Dinkes Kediri Perketat Pemantauan Meski Belum Ada Temuan Kasus Baru

Waspada Covid-19 Datang Lagi, Dinkes Kediri Perketat Pemantauan Meski Belum Ada Temuan Kasus Baru

Editor: Eko Darmoko
Tribunnews
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Isya Anshori

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Lonjakan kasus Covid-19 yang kembali terjadi di sejumlah negara Asia Tenggara membuat Pemerintah Indonesia mengambil langkah cepat.

Singapura, Thailand, dan Malaysia mencatat peningkatan signifikan kasus positif Covid-19 sejak awal Mei 2025.

Dari data yang dihimpun, Thailand melaporkan lebih dari 16.600 kasus baru dengan enam kematian dalam sepekan terakhir, sementara Singapura mencatat lonjakan hingga 14.200 kasus pada 27 April hingga 3 Mei.

Meski Malaysia belum mencatatkan kematian sepanjang tahun 2025, peningkatan kasus tetap menjadi perhatian.

Kementerian Kesehatan RI pun menerbitkan Surat Edaran Nomor SR.03.01/C/1422/2025 sebagai bentuk kewaspadaan nasional terhadap ancaman gelombang baru penyebaran virus.

Di dalam surat tersebut, Indonesia sendiri tengah berada dalam tren penurunan kasus.

Pada minggu ke-20 tahun ini, hanya tercatat tiga kasus konfirmasi baru dengan tingkat positivity rate 0,59 persen.

Varian dominan yang beredar adalah MB.1.1, yang hingga kini belum menunjukkan gejala berat secara luas.

Namun demikian, langkah antisipatif tetap diambil di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Kediri.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr Bambang Triyono Putro menyebut hingga saat ini belum ditemukan kasus baru di wilayahnya.

"Terakhir ada satu kasus Covid-19 yang tercatat pada Juli 2023. Sejak saat itu hingga sekarang, belum ada laporan lanjutan. Masih nihil," katanya saat dikonfirmasi SURYAMALANG.COM, Selasa (2/6/2025).

Meskipun tidak ada temuan baru, Dinkes Kabupaten Kediri akan meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).

Bambang menjelaskan bahwa pemantauan terhadap Fasyankes akan dilakukan secara berkala setiap minggu melalui aplikasi pelaporan khusus yang digunakan untuk mengawasi potensi penyebaran virus corona.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan segera mengintensifkan edukasi kepada masyarakat melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM).

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved