Idul Adha 2025

Panen Garapan Tukang Las di Lamongan Dalam Tiga Hari Sejak Idul Adha, Bakar Kepala dan Kaki

Dalam sehari, para tukang las mengaku mendapat orderan ratusan kapala hewan kurban, baik kepala sapi, kambing maupun kakinya.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/HANIF MANSHURI
TUKANG LAS PANEN GARAPAN. Setiap Idul Adha para tukang las mengaku pekerjaannya meningkat. Seperti Kusnan, dalam sehari ia mendapat garapan sampingan membakar bulu-bulu kepala dan kaki hewan kurban, Minggu (8/6/2025) 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Idul Adha membawa berkah tersendiri bagi tukang las pada umumnya, termasuk tukang  las di Lamongan.

Mereka bukan mengerjakan pagar atau bangunan lain yang membutuhkan pengelasan. Namun terhitung dalam tiga hari ini  sejumlah tukang las di Lamongan mendapat 'kerjaan baru' yakni membakar bulu kepala dan kaki hewan kurban.

Dalam sehari, para tukang las mengaku mendapat orderan ratusan kapala hewan kurban, baik kepala sapi, kambing maupun kakinya.

Salah satunya diakui tukang las, Kusnan (49)  asal Desa Tambakrigadung,  Kecamatan Tikung.

Kusnan mengaku sampai  kewalahan untuk mengerjakan proses pembakaran bulu kepala hewan kurban sejak awal Idul Fitri 1446 Hijriah, karena banyaknya pelanggan yang datang membutuhkan jasanya.

"Sejak hari pertama Idul Adha sampai hari ketiga hari ini masih saja banyak yang datang untuk merontokkan bulu-bulu  kepala hewan kurban," aku Kusnan, Minggu (8/6/2025).

Untuk memudahkan proses pembakaran, sudah barang tentu Kusnan memanfaatkan alat las yang ia miliki. Kalau pakai las lebih cepat. 

Dalam sehari,  pelanggan yang datang untuk membakar kepala dan kaki hewan kurban rata-rata mencapai 150 hingga 200 orang.

Bahkan, pada hari pertama Idul Adha,  ia bersama istri dan dua anak buahnya,  mengaku mulai mengerjakan sejak siang hingga malam hari.

Kusnan pasang  tarif pembakaran  sebesar  Rp 25 ribu  per kepala sapi maupun kambing.

Sedangkan untuk bagian kaki,  ia mematok tarif Rp 15 ribu.

"Harga Rp 15 ribu itu khusus untuk kaki," kata Kusnan.

Ia dan para tukang lainnya,  tak hanya melayani pembakaran kepala dan kaki,  tak jarang Kusnan juga melayani pemkabaran kulit sapi.

"Kami setiap tahun buka layanan pembakaran bulu kepala dan kaki hewan kurban. Musiman," ungkapnya.

Sementara itu,  salah seorang pelanggan bernama Saukani  mengungkapkan,  bahwa ia setiap tahun datang untuk membawa kaki sapi yang nantinya dijadikan sop dan dimakan bersama anggota keluarganya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved