Jumat, 1 Mei 2026

Hasil Kerja Warga Binaan, Lapas Banyuwangi Panen Padi di Lahan Seluas 2 Hektare

Lapas Kelas IIA Banyuwangi memanen padi di lahan seluas 2 hektare (ha) yang merupakan sarana asimilasi dan edukasi di daerah Kelurahan Pakis

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
PANEN PADI - Lapas Kelas IIA Banyuwangi memanen padi di lahan seluas 2 hektare (ha) yang merupakan sarana asimilasi dan edukasi di daerah Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (10/6/2025). 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Lapas Kelas IIA Banyuwangi memanen padi di lahan seluas 2 hektare (ha) yang merupakan sarana asimilasi dan edukasi di daerah Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (10/6/2025).

Mulai musim tanam hingga panen, warga binaan terlibat aktif.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kadiyono, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Korwil Jember, dan perwakilan Forkopimda Kabupaten Banyuwangi.

Kadiyono menyebut, panen itu merupakan implementasi dan dukungan terhadap program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Tiga belas Program Akselerasi ini tentunya mengacu pada programnya Astacita Bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo terkait dengan swasembada pangan,” ujarnya.

Ia mengatakan, hasil dari panen padi diproyeksikan mencapai 6 hingga 7 ton gabah kering.

Penanaman hingga perawatan padi melibatkan 5 orang warga binaan yang sebelumnya telah mendapatkan rekomendasi dari sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

“Selain untuk mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga merupakan bentuk pembinaan yang diberikan oleh Lapas Banyuwangi kepada warga binaan,” ungkapnya.

Pihaknya mengapresiasi Lapas Banyuwangi yang menggelar panen padi. Seba, tidak semua Lapas maupun Rutan di Indonesia memiliki sarana yang dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

“Kami berharap pengelolaan lahan ini nantinya terus dikembangkan menjadi sarana asimilasi dan edukasi yang bisa menghasilkan atau bermanfaat secara berkelanjutan, baik bagi warga binaan, petugas, maupun masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Lapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa menjelaskan, jenis padi yang ditanam adalah padi Impari 32.

Padi ini dipilih karena mudah dalam perawatan dan mampu menyesuaikan dengan kondisi tanah.

“Pemilihan benih padi sebelumnya kami koordinasikan dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi agar dapat memperoleh hasil panen yang maksimal,” terangnya.

Wayan mengungkapkan, keberhasilan panen padi tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, TNI, Polri, hingga berbagai stakeholder terkait.

“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak mampu membantu kami dalam memberikan pembinaan yang optimal bagi seluruh warga binaan,” tutupnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved