Merger Sekolah Malang Raya
Dua SDN di Pakisaji Malang Harus Dimerger Meski Terima Banyak Murid Baru, Lokasinya Satu Halaman
SD Negeri 2 Karangduren dan SD N 3 Karangduren Kecamatan Pakisaji akan dimerger menjadi SD N 2 Karangduren.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Dinas Pendidikan Kabupaten Malang akan melakukan merger atau menggabungkan sekolah dasar (SD) negeri.
Di antaranya, SD Negeri 2 Karangduren dan SD N 3 Karangduren Kecamatan Pakisaji akan dimerger menjadi SD N 2 Karangduren.
Alasan dua SD ini merger karena lokasi antar sekolah berdekatan. Atau bahkan sekolah ini berada di satu halaman.
Lokasi dua SD ini berada di pinggir jalan raya. Jika dilihat, jarak antara SD N 2 dengan SD N 3 hanya terpisah dinding pembatas.
Pintu masuk SDN 2 Karangduren terdapat gapura yang tak cukup besar. Di atasanya terdapat tulisan SD N 2 Karangduren.
Sementara SDN 3 Karangduren tidak ada gapura masuk. Hanya ada papan kayu yang tertancap di tanah bertuliskan identitas sekolah tersebut.
Sedangkan cat kedua sekolah ini juga berbeda. Untuk SD N 2 dicat hijau sedangkan SD N 3 dicat oranye.
Kegiatan sekolah pun berlangsung normal. Saat itu terlihat para orang tua menunggu anaknya keluar kelas. Karena memang saat itu jam menunjukkan waktu pulang sekolah.
Kepala Sekolah SDN 3 Karangduren Arke Yuwono membenarkan bahwa dua sekolah yang berdekatan ini akan dimerger.
"Benar, akan dimerger karena satu halaman. Supaya nggak ada persaingan ketat," kata Arke kwtika dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, untuk sekolahnya tidak mengalami kekurangan siswa. Jumlah rombongan belajar (rombel) untuk kelas 1 saja sebanyak 27 anak.
"Sekarang aja yang daftar sudah 24 anak, kita nggak kekurangan siswa," jelasnya.
Total keseluruhan siswa di SDN 3 Karangduren saat ini sebanyak 145 anak.
Dengan jumlah guru sebanyak sembilan orang sudah termasuk guru Bahasa Inggris, Agama, dan PJOK.
Kegiatan belajar mengajar pun tidak ada kendala.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.