Temuan Arca Tanpa Kepala Kediri

Kejadian Janggal Saat Penemuan Arca di Kediri, Sopir Traktor Sakit Hingga Sosok Berbadan Tinggi

Erfan (27) sopir traktor, usai kejadian traktornya tersandung arca pada Selasa (17/6/2025), ia justru jatuh sakit selama tiga hari.

Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Isya Anshori
STERIL - Lokasi penemuan Arca di area persawahan Desa Gayam Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, Sabtu (21/6/2025) diberi bunga dan dupa. Tarmuji (63) penjaga warung yang berjualan gorengan tak jauh dari lokasi menjadi salah satu warga pertama yang menyaksikan arca itu ditemukan. 

"Dia (sopir-red) datang lagi malam harinya untuk memberi bunga menyan dan minta maaf, katanya nggak enak hati," ujar Tarmuji.

Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah pengalaman pribadi Tarmuji selama berjualan di dekat lokasi. 

Dia mengaku empat hari sebelum penemuan arca, dagangannya selalu laris manis jauh melebihi hari biasa.

"Saya sampai heran, biasanya duduk-duduk santai, tapi selama empat hari itu gorengan saya ludes terus. Bisa lima kali lipat dari biasanya," ungkapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Arca Tanpa Kepala Ditemukan di Area Persawahan Tebu Desa Tiru Lor Kediri

Tak hanya itu, Tarmuji juga mengaku beberapa kali mengalami kejadian janggal.

Di mengaku pernah melihat sosok tinggi besar yang berjalan ke arah lahan, bahkan sempat disangka sebagai istrinya.

Setelah diikuti, sosok tersebut menghilang ke arah timur dari lokasi penemuan arca.

"Beberapa kali saya lihat orang tinggi jalan ke sana, saya kira istri saya. Tapi nggak pernah balik lagi. Baru sadar itu bukan orang biasa," kenangnya.

Menurut Tarmuji, penemuan ini bukan kebetulan.

Dia meyakini bahwa arca tersebut memang sudah waktunya muncul ke permukaan setelah terkubur selama bertahun-tahun.

Apalagi lokasi ini tak jauh dari Situs Tondowongso yang sudah lebih dulu dikenal sebagai kawasan bersejarah.

"Memang dari dulu dibajak sawah ini tidak terjadi apa-apa. Mungkin sudah saatnya muncul. Saya juga memberi kembang telon," ucapnya. 

"Semoga Allah memberi kesehatan lingkungan dan semua orang yang ada di sini," ungkapnya. 

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi membenarkan temuan tersebut.

Pihaknya telah melaporkan ke Bupati Kediri dan segera mengirim surat kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Mojokerto untuk identifikasi lebih lanjut.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved