Rabu, 13 Mei 2026

Rekomendasi Wisata Malang Raya

Jatim Park Group Kota Batu Manfaatkan Libur Sekolah untuk Menggenjot Jumlah Kunjungan

Libur sekolah di akhir Juni 2025 dimanfaatkan pengelola tempat wisata untuk mengejar minimnya jumlah kunjungan di bulan-bulan sebelumnya

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
LIBUR SEKOLAH - Pengunjung saat memberi makan satwa di Eco Green Park Jatim Park 2 Kota Batu. Momen libur sekolah di akhir Juni 2025 ini dimanfaatkan pengelola untuk menggenjot jumlah kunjungan. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Momen libur sekolah di akhir Juni 2025 dimanfaatkan pengelola tempat wisata untuk mengejar minimnya jumlah kunjungan di bulan-bulan sebelumnya.

Hal ini diakui Marketing Manager and Public Relation Jatim Park Group, Titik S Ariyanto.

Menurutnya, mulai awal tahun hingga bulan Mei 2025 lalu, kunjungan wisata dapat dikatakan lesu.

“Selama Januari hingga Mei lalu jumlah wisatawan turun hampir 35 persen."

"Jadi masing-masing park itu turunannya tidak sama, rata-rata itu hampir 35 persen,” kata Titik S Ariyanto kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (29/6/2025).

Baca juga: TikTok Bikin Wisata Dusun Kuliner Kota Batu Kondang di Kalangan Wisatawan, Kunjungan Membeludak

Lanjut Titik, tidak hanya tempat wisata saja yang mengalami penurunan atau lesu. Kondisi serupa juga dirasakan di bidang perhotelan.

“Saya yakin mungkin kayak hotel dan destinasi lain juga sama kondisinya."

"Sehingga saat libur sekolah seperti sekarang ini kesempatan kita untuk mendulang supaya menutup yang kekurangan minus 35 persen itu."

"Mudah-mudahan liburan ini bisa meningkat,” jelasnya.

Penyebab turunnya jumlah pengunjung, menurut Titik, ada beberapa faktor.

Salah satunya ialah efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat.

“Kata-kata efisiensi itu yang menyebabkan alam bawah sadarnya masyarakat kita itu langsung harus ngurangi hal-hal yang mungkin tidak diperlukan."

"Hal-hal yang primer dulu yang harus didahulukan."

"Selain itu ada beberapa aturan dari pemerintah daerah yang tidak mengizinkan wisatawan keluar kota."

"Dan penyebab berikutnya mulai berjamuran tumbuh tempat-tempat wisata baru di berbagai daerah yang menyebabkan ada alternatif sehingga kuenya semakin terbagi,” terangnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved