Senin, 18 Mei 2026

Rayakan Dies Natalis yang ke-18, Universitas Ma Chung Malang Kukuhkan Dua Guru Besar

Rektor Universitas Ma Chung, Prof Dr Stefanus Yufra M Taneo MS MSc, dalam sambutannya mengatakan, selama setahun terakhir, telah banyak kemajuan

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
GURU BESAR - Proses pengukuhan dua guru besar di Universitas Ma Chung Malang saat kegiatan Dies Natalis yang ke-18, Senin (7/7/2025). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Universitas Ma Chung Malang menandai perjalanan 18 tahunnya dengan semangat baru, Senin (7/7/2025).

Dalam perayaan Dies Natalis ke-18, kampus yang berdiri sejak 2007 ini mengangkat tema 'Collective Impact for Sustaining Growth' yang menggarisbawahi pentingnya kerja sama untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Perayaan tahun ini terasa istimewa karena disertai momen bersejarah.

Yakni pengukuhan dua Guru Besar baru dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yaitu Prof Dr Pieter Sahertian MSi dan Prof Dr Anna Triwijayati MSi.

Keduanya diakui atas kontribusi akademik dan pemikiran yang relevan di era modern.

Rektor Universitas Ma Chung, Prof Dr Stefanus Yufra M Taneo MS MSc, dalam sambutannya mengatakan, selama setahun terakhir, Universitas Ma Chung telah mencatatkan banyak kemajuan.

Mulai dari peningkatan riset, perluasan kolaborasi internasional, hingga penguatan manajemen dan sumber daya manusia.

"Kehadiran dua Guru Besar ini tidak hanya menambah kekayaan intelektual di kampus, tetapi juga memperkuat posisi Ma Chung dalam persaingan global," katanya.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Pieter membahas 'Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya' yang menyoroti pentingnya memahami keragaman dan etika di era digital.

Sementara itu, Prof. Anna mengulas 'Prosumption di Era Kapitalis Digital', fenomena di mana konsumen kini juga berperan sebagai produsen dalam dunia ekonomi berbasis platform.

"Seperti pesan dari Kepala LLDIKTI, guru besar itu harus membawa dampak."

"Oleh karena itu yang kami sedang susun dan sudah mulai berjalan," ucapnya.

Rektor mengatakan, kalau saat ini pihaknya sedang membuat program seperti professorship.

Di mana masing-masing professor yang ahli di bidangnya membuat tim penelitian dengan dosen-dosen muda.

Harapannya dengan program ini akan muncul lagi professor baru seusai keilmuannya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved