Jumat, 10 April 2026

Petani di Kota Batu Sedang Gencar Budidayakan Bunga Mawar Pierre de Ronsard

Kini yang terbaru, petani Kota Batu mulai membudidayakan bunga mawar varietas Pierre de Ronsard atau mawar eden.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
KEINDAHAN MAWAR - Rose Pierre de Ronsard atau mawar eden mulai dibudidayakan petani di Kota Batu karena harganya lebih mahal dibanding mawar lokal. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Kota Batu selain dikenal dengan wisata alami dan buatan, juga terkenal di sektor pertaniannya.

Beragam tanaman seperti Philodendron, Anthurium, Agave, Sansivera, dan Dracaena Reflexa, hingga beragam bunga anggrek sudah sampai mancanegara untuk diekspor.

Selain anggrek, Kota Batu juga dikenal memiliki banyak petani yang menanam tanaman hias di antaranya bunga mawar, krisan, arroid, bonsai.

Kini yang terbaru, petani Kota Batu mulai membudidayakan bunga mawar varietas Pierre de Ronsard atau mawar eden.

Mawar ini diciptakan oleh Marie-Louise Meilland dan diperkenalkan oleh Meilland International pada tahun 1985.

Bedanya dengan mawar lokal, bunga mawar ini memiliki kelopak bunga yang besar dan bergelombang.

“Bunga mawar ini kelopaknya lebih banyak dibanding mawar lokal, bisa sampai 70 helai dan bunganya seperti cangkir dengan paduan warna merah muda di bagiann tengah dan putih di bagian luar,” kata Petani asal Desa Bulukerto Kota Batu, Jumadi kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (11/7/2025).

Jumadi mengatakan, ia mulai membudidayakan Mawar Pierre de Ronsard karena belum ada di Kota Batu dan secara harga lebih mahal dibanding mawar lokal. Sehingga dinilai akan lebih menguntungkan.

“Mawar lokal harganya kisaran Rp 1000 pertangkai, kalau mawar ini bisa sampai Rp 9000 per tangkainya,” ujarnya.

Awal muasal ia membudidayakan bunga ini di Kota Batu dari pohon Rose Pierre de Ronsard yang ia beli dari Jakarta sebanyak 10 pohon kemudian disilangkan dengan mawar lokal yang ada ditempatnya.

“Dari cangkok itu, sekarang sudah ada lebih dari 2000 pohon yang saya tanam di kebun. Sekarang belum waktunya panen. Insyallah September bisa dipetik,” jelasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved