Sindiran Mantan Intelijen Sri Radjasa Chandra, Jokowi Ogah Tunjukkan Ijazah Asli, Atasannya Dituduh

Sindiran mantan intelijen Sri Radjasa Chandra, Jokowi ogah tunjukkan ijazah asli, geram atasannya dituduh kasus makar sampai penyelundupan senjata.

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO/Youtube KOMPASTV
POLEMIK IJAZAH JOKOWI - Mantan Perwira Pembantu Madya (Pabandya) bidang Pengamanan Komando Daerah Militer Iskandar Muda (IM), Kolonel Inf. (Purn) Sri Radjasa Chandra (KANAN) saat memberikan keterangan di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (31/5/2019). Lembar print kertas bergambar ijazah Jokowi (KIR yang ditunjukkan Roy Suryo Gelar saat gelar perkara khusus di Bareskrim Polri pada Rabu (9/7/2025). 

SURYAMALANG.COM - Mantan Perwira Pembantu Madya (Pabandya) bidang Pengamanan Komando Daerah Militer Iskandar Muda (IM), Kolonel Inf. (Purn) Sri Radjasa Chandra buka suara mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Mantan intelijen negara itu terang-terangan menyatakan keyakinannya ijazah Jokowi memang cetakan pasar Pramuka, Jakarta seperti yang dituduhkan oleh Beathor Suryadi politikus senior PDIP.

Di satu sisi kubu Sri Radjasa Chandra yakni purnawirawan TNI juga tengah bersitegang dengan kubu Jokowi.

Hal itu terjadi setelah relawan Jokowi, Silfester Matutina menantang mantan Danjen Kopassus, Mayjen Purn TNI Soenarko, atasan Sri Radjasa Chandra.

Video Silfester yang menyerang mantan jenderal TNI itu pun viral di media sosial. 

Baca juga: Roy Suryo Terancam Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Polisi Naikkan Status ke Penyidikan

Dalam video yang beredar, Silfester tampak menyinggung nama Soenarko

"Hei kumis tebal (Soenarko), kau pikir kita takut sama kau," kata Silfester seperti dikutip dari video yang diunggah Mosato TV melansir Tribunjakarta.com, Jumat (11/7/2025).

Silfester mengatakan, Soenarko pernah tertangkap karena kasus makar. 

"Kau ini dulu ditangkap karena kasus makar. Bawa senjata, ya Soenarko ini. Soenarko sama Suharto (Letjen Mar Purn)  kamu yang menggeruduk KPU. Kita enggak takut sama kalian sama sekali loh," katanya. 

Silfester pun tidak takut dengan upaya 300 purnawirawan TNI yang hendak memakzulkan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka

"Kalian jangan coba-coba mau adu domba bangsa ini. Kita ini punya hak yang sama" lanjut Silfester.

"Kalian tuh hanya 300 orang ya, dibanding 96 juta pemilih Prabowo-Gibran dan kalian itu tidak sampai 1 TPS. Suara kalian tuh enggak sampai 1 TPS," ujarnya. 

Silfester pun mengungkit jasa Luhut Binsar Pandjaitan yang membebaskan kasus makar yang pernah dilakukan Soenarko

Soenarko diduga melanggar perkara terhadap keamanan negara atau makar terkait aksi pengepungan KPU pada 22 Mei yang videonya tersebar di media sosial.

Baca juga: Sosok Sri Radjasa Mantan Intelijen Yakin Ijazah Jokowi Palsu Bukan Cetakan UGM, Dibuat 2012-2014

Selain itu, Soenarko dijerat Pasal 110 Jo Pasal 108 ayat 1 tentang Kejahatan Terhadap Ketertiban umum UU Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 163 bis Jo Pasal 146.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved