Sindiran Mantan Intelijen Sri Radjasa Chandra, Jokowi Ogah Tunjukkan Ijazah Asli, Atasannya Dituduh

Sindiran mantan intelijen Sri Radjasa Chandra, Jokowi ogah tunjukkan ijazah asli, geram atasannya dituduh kasus makar sampai penyelundupan senjata.

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO/Youtube KOMPASTV
POLEMIK IJAZAH JOKOWI - Mantan Perwira Pembantu Madya (Pabandya) bidang Pengamanan Komando Daerah Militer Iskandar Muda (IM), Kolonel Inf. (Purn) Sri Radjasa Chandra (KANAN) saat memberikan keterangan di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (31/5/2019). Lembar print kertas bergambar ijazah Jokowi (KIR yang ditunjukkan Roy Suryo Gelar saat gelar perkara khusus di Bareskrim Polri pada Rabu (9/7/2025). 

Padahal senjata itu didapat setelah perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Indonesia di Helsinki, Finlandia yang kala itu Soenarko menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda.

Baca juga: Alasan Pengacara Ogah Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi Disebut 99,9 Persen Palsu, Eggi Sudjana Walk Out

Menurut Sri Radja, tiga senjata yang diberikan oleh GAM itu sudah tidak layak pakai. 

Tiga senjata itu yakni, dua jenis senjata AK-47 dan satu M16 A1.

"Saya masih di Kodam bagian pengamanan waktu itu, temuan (tiga senjata) itu saya serahkan kepada Pangdam (Soenarko)," katanya. 

Pada tahun 2018, Soenarko meminta Sri Radja untuk mengirimkan senjata M16 A1 ke Jakarta untuk disimpan di Museum Kopassus. 

"Kemudian dikirimlah senjata itu melalui prosedur yang resmi AVSEC (Bagian pengamanan) bandara sana (Aceh) tahu, AVSEC garuda di Cengkareng juga, terus di mana (tuduhan) diselundupinnya? Ini kan ada rekayasa, jadi Pak Narko sendiri tidak tahu ada kiriman senjata itu," katanya.

"Nah dikirimnya dibilang selundupan, kalau selundupan kan dirahasiakan ini kan diketahui aparat keamanan bandara, di sini pun diketahui sebelum dikirim," tambahnya. 

Maka, kata Sri Radja, menjadi sempurna lah skenario untuk menangkap Soenarko

Pertama dituduh makar selanjutnya dituduh mengirim senjata selundupan. 

"Nah mulai lah Pak Narko ada tuntutan hukum," katanya. 

Sindiran Terhadap Ijazah Jokowi

Terkait polemik ijazah Jokowi yang kini masih bergulir, Sri Radjasa mengklaim pasar Pramuka memang menjadi lokasi pembuatan banyak dokumen palsu, termasuk ijazah.

“Ahlinya (pembuatan ijazah palsu) ada di belakang kios-kios itu,” kata Sri Radjasa dalam video yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan pada hari Kamis, (10/7/2025).

Menurut Sri Radjasa, pada tahun 1990-an tarif pembuatan ijazah palsu universitas swasta yang tidak terkenal sudah mencapai Rp8 juta.

Tarif pembuatan ijazah negeri akan berbeda lagi.

Lalu, Sri Radjasa menduga ijazah Jokowi memang palsu.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved