Ratusan Siswa Mulai Masuk Sekolah Rakyat di Kediri, Begini Pesan Penting dari Bupati Hanindhito

Suasana haru dan semangat mewarnai hari pertama pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) di Kabupaten Kediri

Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Isya Anshori
SEKOLAH RAKYAT - Suasana Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri saat masuk sekolah hari pertama, Senin (14/7/2025). Ratusan siswa dari keluarga prasejahtera tampak antusias memulai lembaran baru dalam hidup mereka di gedung sementara Balai Pengembangan Kompetensi ASN Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan. 

Laporan Isya Anshori

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Suasana haru dan semangat mewarnai hari pertama pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) di Kabupaten Kediri, Senin (15/7/2025).

Ratusan siswa dari keluarga prasejahtera tampak antusias memulai lembaran baru dalam hidup mereka di gedung sementara Balai Pengembangan Kompetensi ASN Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan.

Sejak pagi, para siswa bersama orang tua telah memadati lokasi untuk menjalani registrasi dan pemeriksaan kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Kediri menyiapkan segala fasilitas demi memastikan proses berjalan tertib dan nyaman.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang hadir untuk melihat kesiapan tersebut, menegaskan bahwa pelaksanaan Sekolah Rakyat tetap dimulai tahun ini, meski gedung utama masih dalam tahap persiapan pembangunan.

"Penerimaan siswa dimulai tahun ini. Tahun depan baru pindah ke lokasi yang sudah dibangun. Tahun ini masih gunakan tempat sementara," kata Mas Dhito kepada SURYAMALANG.COM.

Bangunan fisik sekolah direncanakan mulai dibangun Agustus mendatang di atas lahan seluas 7,6 hektare yang telah disiapkan Pemkab di wilayah Plosoklaten.

Namun ada beberapa tantangan teknis soal akses jalan, mengingat lokasi berada di lahan milik PTPN.

"Kita sudah komunikasi agar jalan ke sana bisa diperbaiki. Sekolah Rakyat ini adalah program dari Bapak Presiden yang harus dilaksanakan di semua daerah. Maka dari itu, kita dukung dan kita awasi pelaksanaannya," tegasnya.

Semangat anak-anak dan orang tua tampak begitu besar. Salah satunya dirasakan Achmad Deva, remaja asal Desa Jambangan, Kecamatan Papar.

Dia merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari program sekolah berasrama dan gratis ini.

"Sekolahnya sangat baik, fasilitasnya juga bagus. Saya daftar dari bulan Juni, enggak ada tes, cuma dikasih surat pemberitahuan kalau diterima," ucap Deva.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Ariyanto Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan menciptakan generasi tangguh dari kelompok miskin dan miskin ekstrem.

"Ini sekolah gratis, berasrama, untuk anak-anak kategori Desil 1 dalam DTSEN. Semua pelayanan, mulai dari makan, tempat tinggal, hingga belajar, ditanggung penuh negara," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved