Info Malang

PAUD Pondasi Generasi Emas, Kemendikdasmen Terapkan Wajib Belajar 13 Tahun Mulai 2025

Walau perkembangan otak anak mencapai 90 persen sebelum usia 6 tahun, angka partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia masih rendah.

Editor: iksan fauzi
SURYAMALANG.COM/MG6/Marshella
WAJIB BELAJAK 13 TAHUN : ILUSTRASI anak-anak belajar di PAUD. Kemendikdasmen akan menerapkan wajib belajar 13 tahun mulai 2025. PAUD akan masuk dalam kebijakan tersebut menginggat sebagai pondasi generasi emas. 

SURYAMALANG.COM - Walau perkembangan otak anak mencapai 90 persen sebelum usia 6 tahun, angka partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia masih rendah. 

Angka partisipasi kasar Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hanya sekitar 36,3 persen anak yang mengikuti PAUD.

Menyadari pentingnya masa emas tersebut, pemerintah berencana akan menetapkan PAUD sebagai bagian dari program Wajib Belajar 13 Tahun.

Rencana ini tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029. 

Jika rancangan ini berjalan sesuai target, masa wajib belajar yang sebelumnya hanya 9 tahun akan diperpanjang menjadi 13 tahun.

Dengan demikian, setiap anak Indonesia diharapkan mengikuti satu tahun prasekolah, sembilan tahun pendidikan dasar, dan tiga tahun pendidikan menengah.

“Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah merupakan kebijakan yang memastikan bahwa setiap anak yang berusia 5--6 tahun wajib mendapatkan akses dan turut berpartisipasi dalam satuan PAUD yang bermutu sebelum mereka memasuki jenjang sekolah. dasar (SD).”, tulis akun resmi @kemendikdasmen di Instagram resminya,  dikutip Jumat (11/7/2025).

Baca juga: Menikmati Hiking Santai di Bukit Kaliandra Kota Batu, Cocok Buat Pemula Healing Tipis-Tipis

Penekanan PAUD dalam rencana wajib belajar ini bukan tanpa alasan.  

Usia dini merupakan periode emas perkembangan otak. 

Dalam laporan Zero to Six: The Basis for School Readiness (Gilian Doherty, 1997), disebutkan 90 persen sel otak manusia berkembang pada rentang usia 0–6 tahun.

Pada fase ini anak mulai belajar berbicara, mengenal angka dan huruf, mengendalikan emosi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. 

Manfaat PAUD juga telah dibuktikan secara akademik.

Baca juga: TEMBUS 284 Ribu Penonton Dalam 4 Hari, Film Sore: Istri dari Masa Depan Sukses Bikin Baper

Baca juga: 5 Film Khusus Remaja Perempuan Tentang Cinta hingga Menemukan Jati Diri

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan anak yang mengikuti PAUD punya kemampuan literasi, numerasi, dan pengendalian diri lebih baik. 

Mereka membuktikan argumen ini menggunakan Tes Marshmallow, eksperimen sederhana yang mengukur kemampuan anak menahan keinginan. 

Anak yang memiliki pengendalian diri menahan keinginan terbukti memiliki peluang sukses dalam ekonomi lebih besar di masa depan. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved