Beras Oplosan
DAFTAR 21 MEREK Beras Oplosan yang Beredar, Wilmar Grup Sania, Sovia, Fortune hingga Sentra Ramos
Berikut ini daftar 21 merek beras oplosan yang beredar di masyarakat agar konsumen lebih waspada. Ada Sania hingga Sovia.
Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
"Harga beras sedang naik sejak setelah Idul Adha," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (4/7/2025).
Ia mengungkapkan, sebagai patokan, harga beras medium merek Mentari kemasan 5 Kg mengalami kenaikan yang semula Rp 75.000 menjadi Rp 77.000.
Demikian juga beras komersial lainnya juga serentak terkerek. Adapun beras komersial yang dijual di kiosnya ada 15 merek.
Supriyono mengatakan tidak mengetahui pemicu kenaikan harga ini yang mereka anggap membuat kondisi tidak memberikan kepastian.
Menurut pedagang, sisi stok beras di penyuplai melimpah, tetapi faktanya justru harga beras naik.
"Pemicu kenaikan harga ini saya tidak tahu padahal stok melimpah dan harga bagus," katanya.
Di sisi lain, penjualan beras agak stagnan lantaran konsumen menginginkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang harganya lebih murah.
Namun, beras Bulog itu sudah tidak tersedia banyak di pasaran.
Kondisi ini membuat pedagang menunda kulakan sehingga berakibat stok beras di kios berkurang sejalan dengan penurunan daya beli.
Menurut Supriyono, penurunan mencapai 59 persen.
Biasanya, ia selalu menyetok beras berbagai merek sekitar 4 ton dari kulakan sepekan bisa empat kali. Kini, stok beras di kios miliknya hanya tersisa 1 ton.
"Harga beras sekarang tidak bisa diprediksi. Itu sebabnya pedagang sengaja tidak menyetok karena harga tidak menentu."
"Ini sejalan dengan animo pembeli menurun karena mereka mencari beras SPHP, tapi beras Bulog itu tidak ada," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi mengatakan ketersediaan pangan di Kota Malang terkendali.
Beras tersedia, bahkan petani begitu antusias panen padi menggunakan alsintan bantuan Presiden Prabowo Subianto.
"Ketersedian masih aman, kebutuhan pangan masih stabil. Kami perlu koordinasi kembali untuk memantau kondisi di pasar," paparnya.
Berbicara ketahanan pangan, Slamet mengatakan harga gabah kering panen dari petani dijual ke Bulog Rp6.500 per kg, juga ada yang dikelola sendiri.
Ia cukup optimis produksi bisa meningkat di Kota Malang karena ada bantuan alat kepada para petani.
Tahun 2025, luas sawah atau luas tanam padi di Kota Malang 788 ha. Sedangkan produksi gabah sebanyak 15.000 ton dengan kebutuhan beras 4.111,60 ton per bulan.
Guna menutup kekurangan cadangan pangan, Pemkot Malang bekerja sama dengan Bulog.
Sebab, Kota Malang bukanlah daerah produksi padi, melainkan karakteristiknya sebagai daerah konsumen pangan.
(SURYAMALANG.COM/KOMPAS.COM)
| Kalah dari Persija 1-3 di Stadion Brawijaya, Pelatih Persik Tetap Apresiasi Perjuangan Pemainnya |
|
|---|
| Bandara Dhoho Jadi Arena Lomba Lari, Kediri Half Marathon 2026 Diikuti Ribuan Peserta |
|
|---|
| Banyuwangi Diserbu 47 Ribu Wisatawan saat Libur Panjang Mei 2026, Hotel dan Destinasi Wisata Penuh |
|
|---|
| Rumah di Desa Rowomarto Nganjuk Hancur Akibat Ledakan Petasan, Penghuni Luka Bakar Parah 90 Persen |
|
|---|
| Persebaya Lupakan Pesta Gol di Kandang Semen Padang, Bersiap Menjamu Persik di Stadion GBT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/DAFTAR-21-MEREK-Beras-Oplosan-yang-Beredar-Wilmar-Grup-Sania-Sovia-Fortune-hingga-Sentra-Ramos.jpg)