Lagi, dan Lagi Memfungsikan WTO, IMF serta Bank Dunia
Kita memulai hubungan internasional agar lebih berkembang bersama dengan bernaug bersama melalui General Agreement on Tariffs and Trade
Saya mengajak semua negara untuk berfikir secara multilateral. Saatnya WTO membuktikan diri bahwa mereka duduk untuk kepentigan internasional.
Dulu, awal pembentukannya, negara negara berkembang menuding WTO sebagai alat negara negara maju untuk mendorong semua negara masuk era perdagangan bebas, agar mereka menguasai pasar internasional. Dan yang tidak masuk arena perdagangan bebas di kucilkan dan di sanksi.
Kini ketika era perdagangan bebas telah berjalan, hanya karena kalah bersaing, lalu AS menutup diri lewat tarif. Jelas saja ini menyalahi “rukun iman” perdagangan bebas, yakni perdagangan tanpa hambatan tarif. Kenapa WTO diam?
Diamnya WTO makin menegaskan bahwa kelembagaan WTO hanya diperlukan bila sejalan dengan kepentingan negar negara maju sepert AS, bila tidak sejalan tidak diperlukan lagi.
Saatnya para pemimpin dunia untuk menghimpun kembali komitmen internasionalnya, menguatkan kembali kelembagaan internasional seperti WTO, IMF dan Bank Dunia sebagaimana fungsinya, agar tidak ada lagi satu atau dua negara yang dengan bebas berlaku sewenang wenang, dan egois.
Kalau memang dunia sudah tidak memerlukan keberdaan lembaga lembaga internasional tersebut, lebih baik di bubarkan. Daripada keberadaanya seperti tidak ada. Buat apa kita iuran ada WTO, IMF dan Bank Dunia kalau nyatanya mall function. Malah habiskan biaya tiada guna.
Selanjutnya, setiap negara menyelesaikan problem keuangan, perdagangan dan ekonominya secara bilateral, dan regional sesuai kepentingan masing masing, seperti melalui G20, BRICS maupun ASEAN. Tapi kalau kita memandang penting, masih ada secercah harapan, mari kita bergandengan lebih erat, membuladkan tekad, kuatkan dan sempurnakan kembali WTO, IMF dan Bank Dunia sebagai jalur penyelesaikan internasional yang lebih adil.
Jakarta, 22 Juli 2025
| Lansia di Pakis Malang Selamat dari Kobaran Api, Rumahnya Terbakar Saat Tidur |
|
|---|
| SPPG di Kota Batu Wajib Gunakan Buah dan Sayur Hasil Petani Batu di Menu MBG |
|
|---|
| Anggaran MBG Melonjak Jadi Rp171 Triliun, KPK Temukan Celah Korupsi dan Risiko Konflik Kepentingan |
|
|---|
| Modus Kilat Suami Istri Kompak Curi Ponsel di Dasbor Motor Warga Nganjuk Terekam CCTV |
|
|---|
| Bernardo Tavares Desak Persebaya Berbuat Lebih Kontra Madura United, Harap Pelapis Ubah Keadaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Said-Abdullah-DPR.jpg)