2 Korban Diduga Prada Ricard Teman Prada Lucky Namo Senasib Dianiaya 4 Senior Pakai Tangan Kosong

2 Korban diduga Prada Ricard Junimton teman Prada Lucky Namo senasib dianiaya empat senior pakai tangan kosong, begini kronologinya.

Tangkap Layar Youtube KompasTV
PENGANIAYAAN PRAJURIT TNI - Foto Prada Lucky Chepril Saputra Namo (KANAN) prajurit TNI di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal pada Rabu (6/8/2025) diduga dianiaya senior. Beredar kabar tidak hanya Prada Lucky diduga ada satu korban lain yaitu Prada Ricard Junimton Bulan yang juga bertugas di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM) Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

SURYAMALANG.COM, - Kasus penganiayaan di lingkungan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM) Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus diselidiki oleh Sub Denpom IX/1-1 Ende.

Penyelidikan berlangsung sejak Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025) diduga akibat penganiayaan oleh 20 orang seniornya di barak TNI Kabupaten Nagekeo, tempatnya bertugas. 

Namun beredar kabar tidak hanya Prada Lucky diduga ada satu korban lain yaitu Prada Ricard Junimton Bulan.

Prada Ricard adalah teman Prada Lucky yang juga bertugas di tempat yang sama. 

Baca juga: Mengenal Letjen TNI Tandyo Budi Revita Wakil Panglima TNI Baru Dilantik Prabowo, Lama di Kemenhan

Melansir Pos Kupang berdasarkan informasi yang beredar, Lucky dan Ricard sama-sama ditahan di rumah jaga kesatrian pukul 01.30 WITA pada Rabu (30/7/2025).

Di dalam tahanan, Lucky dan Ricard diduga dianiaya empat orang yakni Pratu Petris Nong Brian Semi, Pratu Ahmad Adha, Pratu Emanuel De Araojo dan Pratu Aprianto Rede Raja menggunakan tangan kosong.

Pada Sabtu (2/8/2025) pukul 09.10 WITA, Prada Ricard Junimton mengalami demam dan Prada Lucky Namo muntah-muntah.

Ricard dan Lucky kemudian dibawa ke Puskesmas Kota Danga, namun berdasarkan hasil pemeriksaan, Ricard diizinkan kembali, sedangkan Lucky dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo.

Lusi Namo kakak Prada Lucky mengatakan, kekerasan itu terjadi saat pergantian piket dari Senin hingga Jumat. 

Di dalam sel, Lucky dan Ricard tidur di lantai tanpa alas.

Menurut Lusi Namo, kondisi Ricard tidak seburuk adiknya.

Baca juga: Pengakuan Prada Lucky Namo Sebut Beberapa Petinggi di Barak TNI Pelaku Penganiayaan, Sang Ibu Murka

“Richard juga kena, tapi yang saya tahu lebih parah Lucky. Saya lihat perutnya ada bekas sepatu dan dugaan saya itu diinjak,” ujarnya pada Sabtu (8/8/2025). 

Lusi menuturkan, beberapa hari sebelum koma, Lucky masih berkomunikasi lewat panggilan video dan terlihat dalam kondisi baik.

Lucky juga sempat bercerita pernah dipukul senior meski sedang sakit.

“Senior pikir dia pura-pura tidak mau kerja di dapur,” kata Lusi.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved