Prada Lucky Namo Tewas Dianiaya Senior

Pengakuan Prada Lucky Namo Sebut Beberapa Petinggi di Barak TNI Pelaku Penganiayaan, Sang Ibu Murka

Pengakuan Prada Lucky Namo sebut beberapa petinggi di Barak TNI pelaku penganiayaan, sang ibu murka: saya sebut oknum biadab!

|
POS-KUPANG.COM/HO-TANGKAPAN LAYAR/Youtube KompasTV
PENGANIAYAAN PRAJURIT TNI - Foto Prada Lucky Chepril Saputra Namo (KANAN) prajurit TNI di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal pada Rabu (6/8/2025) diduga dianiaya senior. Ibu kandung Prada Lucky Namo (KIRI) di rumah duka almarhum, Asrama TNI AD di Kuanino, Kota Kupang NTT, Jumat (8/8/2025). Prada Lucky sempat menyebu petinggi barak TNI pelaku penganiayaan, sang ibu murka menyebut mereka biadab. 

SURYAMALANG.COM, - Prajurit TNI di Nusa Tenggara Timur (NTT), Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) sempat memberi pengakuan kepada ibunya, Sepriana Paulina Mirpey sebelum meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025). 

Prada Lucky Namo yang bertugas di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM), Kabupaten Nagekeo, NTT diduga mengalami penganiayaan oleh sejumlah seniornya di barak TNI.

Kepada sang ibu, Prada Lucky sempat menyebutkan siapa saja para pelaku yang melakukan penganiayaan terhadapnya.

Sebagai gambaran, Kabupaten Nagekeo tempat Prada Lucky bertugas terletak di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Baca juga: Itu Pembunuhan Kematian Prada Lucky Disebut Eks Mayjen TNI Bukan Pendidikan, 4 Senior Layak Pecat

Sedangkan Prada Lucky Namo berasal dari Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, NTT.

Jarak antara Kabupaten Nagekeo dan Kelurahan Kuanino di peta mencapai 593 km atau butuh waktu 21 jam lebih jika mengendarai mobil dan memakan waktu sekitar 2 jam 10 menit jika naik pesawat dari Nagekeo ke Kupang.

Itu sebabnya, orang tua Prada Lucky sulit mengetahui keadaan putranya semasa dirawat di RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo

Sang ibu, Sepriana menceritakan, semenjak Prada Lucky pindah ke barak TNI di Nagekeo, anaknya setiap saat selalu memberi kabar dan menceritakan kegiatannya.

Oleh karena itu, Sepriana gelisah saat tidak mendapatkan kabar dari anaknya selama dua hari penuh, sehingga curiga sesuatu telah terjadi pada anaknya.

Rasa cemas itu terbukti benar ketika Sepriana tiba di Nagekeo dan menemukan anaknya dalam keadaan koma di RSUD Aeramo, tempat Lucky dirawat sejak 2 Agustus 2025.

“Saya lalu berangkat ke sana dan menemukan anak saya dalam keadaan koma,” ucapnya ditemui menjelang pemakaman di Kupang, Sabtu (9/8/2025).

Baca juga: Perjuangan Prada Lucky Namo Jadi Anggota TNI: 7 Kali Gagal Tes, Baru 2 Bulan Tugas Dibunuh Senior

Sepriana mengungkap anaknya mengaku sempat dipukul bahkan dicambuk oleh sejumlah prajurit di barak TNI.

“Mama saya dipukul, saya dicambuk” cerita Sepriana.

Sepriana menggambarkan bagaimana suaminya merawat tubuh anak mereka dengan mengompres luka-luka bekas penganiayaan dengan kunyit panas; bekas pukulan di tangan, kaki, punggung, hingga badan.

Menurut Sepriana, Lucky juga sempat melarikan diri ke rumah mama angkatnya di Nagekeo dengan tubuh penuh luka.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved