7. Pustakawan Berprestasi yaitu Kethy Hariyadi Putri, S.A.B./UPT Perpustakaan (peringkat pertama), Abdul Rochim, A.Ma.Pust./FP (peringkat kedua), dan Aditya Mahari, S.S./FIB (Peringkat ketiga)
8. Arsiparis Berprestasi yaitu Christ Yudha Prasetya, A.Md., S.Kom.,S.E./FP (peringkat pertama), Ahmad Syaifuddin/FIA (peringkat kedua), dan Dewi Wijayanti, S.T./FILKOM (peringkat ketiga).
2. 75 Bendera Beragam HUT RI
Semarak perayaan HUT RI ke 75, Senin (17/8/2020) juga terasakan di Dewan Kesenian Malang (DKM). Yaitu Independence Say, Art Flag Exhibition.
Sebanyak 75 bendera dipasang di halaman DKM di Jl Majapahit Kota Malang. Ukurannya sama yaitu 70 cm X 105 cm.
"Yang membuat 75 bendera ini tidak hanya seniman seni rupa, tapi ada juga ibu rumah tangga, anak-anak."
"Pokoknya bisa memvisualisakan ide masing-masing untuk mendampingi ide besar bendera merah putih untuk babad alas menghadapi peradapan baru," terang Bobby Nugroho, Ketua DKM pada wartawan di sela kegiatan, Minggu (17/7/2020).
Teknik yang disajikan mereka juga bebas. Ada bendera yang diberi monte-monte, diplong, dilukis dll.
Salah satu pembuat bendera yang dipamerkan adalah perupa Masari Arifin.
"Dasar warna benderanya kuning dan ada lima garis besar sebagai gambaran karakter pada manusia," jelas Masari pada suryamalang.com.
Dasar kain tetao dipakai karena sesuai temanya adalah bendera. Tapi diatas bendera itu ada lima garisnya memakai media plastik.
Sejak 2015, Masari memiliki atensi memanfaatkan limbah plastik kantong belanja atau biasa disebut tas kresek.
"Saya mengerjakan prosesnya perlu waktu satu minggu. Sedang untuk mencairkan plastiknya perlu waktu tiga hari," katanya.
Dikatakan, plastik bisa menjadi media alternatif di seni rupa yang ditekuni saat ini. Idenya memanfaatkan plastik dari ketidaksengajaan.
Pada 2015, ada kejadian tidak sengaja. Dimana kantong plastik kresek untuk wadah makanan terkena api lilin dan meleleh.
Baca tanpa iklan