Saat itu, di rumahnya sedang mati listriknya. Ternyata dari lelehan itu bisa jadi bahan untuk seni rupa. Namun bahan plastiknya harus memiliki ketebalan tinggi dan sedang.
"Sampai sekarang sudah ada 60 karya dari limbah plastik," ujarnya.
Ia bahkan pernah pameran tunggal di DKM dengan 25 karya beberapa waktu lalu. Acara pembukaan pameran diisi dengan mengheningkan cipta, pengibaran bendera merah putih.
Meski undangan yang datang tidak dalam kondisi rapi berbaris, saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan, semua memberikan hormat pada bendera merah putih.
Kemudian diisi dengan tarian dengan membawa bendera merah putih diiringi lagu Bendera yang dipopulerkan oleh grup musik Cokelat.
Kegiatan juga dihadiri dari Bidang Kebudayaan Dikbud Kota Malang.
3. Bagi-bagi Masker di Kampung TriadiĀ
Kampung Tridi di Kelurahan Kesatrian, Kota Malang mendapat pembagian masker dari Tim Penggerak PKK Kota Malang, Senin (17/8/2020).
Ny Widayati Sutiaji, Ketua TP PKK dan rombongannya mengunjungi dua rumah warga sebagai simbolis.
Selain itu, ditembok rumah mereka dipasang stiker bertuliskan Keluarga PKK Tanggung.
"Jangan lupa pakai masker ya pak? Masker kain hanya bisa dipakai empat jam setelah itu harus dicuci," jelas istri Walikota Malang, Sutiaji ini pada warga yang rumahnya ditempeli stiker dan diberi sejumlah masker scuba warna cokelat dalam kemasan plastik.
Hal yang sama juga disampaikan juga pada warga samping rumah pertama.
Di rumah warga ini, Sutiaji, Walikota juga menanyakan soal kunjungan ke kampung wisata Tridi yang pernah jadi lokasi syuting film Yo Wis Ben dari Bayu Skak.
"Sepi pak," jawab ibu pemilik rumah sambil menggendong cucunya.
"Iya. Untuk wisatanya masih belum boleh buka," kata Sutiaji.
Sebelum pandemi Covid-19, wisatawan banyak yang mengunjungi kampung Tridi dan dan Warna Warni yang berseberangan karena dipisah Sungai Brantas.
Tentang gebyar masker, menurut Widayati ini bagian dari gerakan nasional pembagian masker yang dicanangkan oleh istri Mendagri, sebagai Ketua Umum TP PKK.
"Ini merupakan kegiatan kedua pembagian masker ke warga. Pada 22 Juli lalu dibagikan ke 57 keluarahan sebanyak 57.000 masker. Sekarang kembali dibagika ke 57.000 masker ke 57 kelurahan," kata Widayati.
Sebelumnya, juga dibagikan 1 juta masker ke warga.
"Harapan saya, masker ini bisa juga sebagai ganti. Sebab kan tidak bisa dipakai lama. Empat jam harus dicuci," kata dia.
Sambil pemberian masker juga dilakukan edukasi tentang pemakaian masker.
Dikatakan, pihaknya akan mendistribusikan masker yang diperoleh ke masyarakat. Termasuk dari IKAPTK sebanyak 22.000 masker.
"Donasi masker akan selalu kami terima. Karena tidak tahu sampai kapan pandemi Covid-19 ini," kata dia.
(Sylvianita Widyawati/Sarah/SURYAMALANG.COM)
Baca tanpa iklan