Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Ketua DPD Gerindra Jatim, Ramalan Gus Dur Segera Terwujud

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: rahadian bagus priambodo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad. Mendiang Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur konon pernah meramal sosok Prabowo Subianto bakal menjadi pemimpin negeri ini pada usia senja. Ramalan ini dipercaya oleh Partai Gerindra Jatim bakal segera terwujud untuk Pilpres yang akan datang. 


+ Politik itu pada akhirnya kan butuh partisipasi. Kita tinggalkan politik mobilisasi. Kita tidak mengajak mereka, tapi membangun suatu kesadaran. Bahwa politik yang bisa mengubah nasib, dan policy untuk kemaslahatan bangsa kita. Seperti peran anak muda diawal kemerdekaan dulu. Kalau pemuda pada saat itu tidak menculik Bung Karno mungkin tidak merdeka tahun 45. Artinya butuh keberanian. Bagi saya melihat anak muda terjun ke politik itu seperti mengambil peran mereka. Mereka pernah punya peran penting pada masa awal kemerdekaan. 


Saya pernah baca sejarah Adam Malik itu menjadi ketua Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP cikal bakal DPR diusia 28 tahun. Kiai Wachid Hasyim ketika masuk BPUPKI juga masih muda. Menurut saya anak muda pernah punya peran penting di masa itu. Kesadaran ini yang perlu terus dibangun. Anak muda tidak bisa hanya melihat saja mereka harus terjun mengambil peran. Dan Partai Gerindra memberi panggung buat mereka. Tentu perlu adaptasi karena anak muda di jaman itu dengan anak muda di jaman sekarang mungkin berbeda aksentuasinya. 


Tapi dengan memberikan peran yang besar pada anak muda, saya yakin mereka akan kembali mengambil perannya tidak lagi menjadi generasi rebahan. Meskipun banyak survei mengatakan bahwa anak muda apolitis, tapi mereka tidak antipati terhadap politik. Gerindra menyiapkan diri jadi partai untuk anak muda. 


- Untuk Jawa Timur berarti optimis naik?


+ Sekarang di tingkat nasional kita bersaing dengan PDI Perjuangan dan di Jawa Timur kita bersaing dengan PDI Perjuangan dan PKB. Kita optimis lah. Karena banyak orang mengatakan, Partai Gerindra punya kelebihan. Bisa tampil sebagai nasionalis karena itu fitrahnya. Tapi melihat komposisi kepengurusan DPD Jawa Timur yang banyak nahdliyinnya. Saya pernah secara guyon menyampaikan kepada Pak Prabowo. 


Kita punya 15 anggota DPRD Jatim. Satu orang non muslim, 3 orang kader Muhammadiyah dan 11 orang kader NU. Karena memang ini Jawa Timur populasi penduduk dan kecenderungan ideologi itu mewarnai juga bukan hanya di partai gerindra. 


- Berdasar survei LSI, nama Prabowo Subianto masuk di urutan kedua sebagai kandidat capres favorit 2024. Apa ini menguntungkan bagi Gerindra Jatim dalam pemilihan legislatif? Seberapa besar efeknya?


+ Kalau secara teori kan ada efek ekor jas, itu juga kami rasakan. Karena itu tagline kita bukan Partai Gerindra menang, Prabowo Presiden. Tapi, Prabowo Presiden Gerindra menang. Karena kalau kita analisa perolehan suara, suara partai gerindra itu mendekati separuh dari suara Pak Prabowo. Artinya ketokohan Pak Prabowo lebih besar dari pada Partai Gerindra. 


Inilah yang ingin dilakukan Pak Prabowo bahwa kita harus jadi partai yang kuat. Karena sampai kapan partai itu bergantung pada ketokohan seorang figur. Ini yang ketika beliau banyak netizen bertanya kenapa Pak Prabowo tidak menyiapkan generasi yang lebih muda. Beliau pernah di depan kami semua mengatakan, Prabowo boleh tua tapi Prabowo-Prabowo muda siap meneruskan perjuangan partai gerindra. Artinya, partai gerindra menyiapkan anak muda pada posisi penting. 


Bagi kami partai gerindra figur Pak Prabowo masih sangat kita butuhkan. Kita jutru ingin mendekatkan elektabilitas Partai Gerindra tidak jomplang dengan Pak Prabowo. Ketokohan beliau lintas partai. Faktor nasionalisme, trek record sebagai orang yang dikatakan oleh Gus Dur sebagai orang yang paling ikhlas di negeri ini, ya Pak Prabowo. 


- Karena Gus Dur sudah disinggung. Gus Dur pernah menerawang bahwa Pak Prabowo akan menjadi pemimpin negeri di usia senja dan tahun ini masuk usia 72 tahun. Gimana menurut anda soal ini?


+ Saya termasuk orang NU yang percaya pada kewalian Gus Dur. Itu bagi kami adalah spirit dan motivasi. Yang disampaikan Gus Dur juga bukan sekedar ngomong tetapi karena pengetahuan beliau. Karena sebetulnya antara Pak Prabowo dengan Gus Dur itu dekat bukan hanya beliau berdua. 


Tapi sudah dekat sejak orang tuanya. Jadi, eyangnya Pak Prabowo namanya Pak Margono Djojohadikoesoemo dulu kan pernah menjadi diawal masa kemerdekaan menjadi pejabat tinggi. Sedangkan ayah Gus Dur Kiai Wachid Hasyim juga menjadi menteri saat itu. Rumah beliau berdekatan di Matraman. 


Sehingga Prabowo atau Gus Dur kecil waktu itu sering main sepakbola terus makan di rumah eyangnya Pak Prabowo. Saya pernah dapat cerita dari Gus Sholah, ibunya Gus Dur sangat dekat dengan istrinya Pak Margono. Ya karena memang tetanggaan. Saling berbagi makanan. 


Gus Sholah pernah cerita bahkan menjelang eyang putrinya Pak Prabowo meninggal yang mentalqin adalah ibunya Gus Dur. Bahkan, yang memandikan jenazah adalah ibunya Gus Dur. Jadi dekat dari dulu. Sehingga mungkin Gus Dur dengan Pak Prabowo sudah dianggap ada riwayatnya. Ini untold story. 

Halaman
1234

Berita Terkini