Di rumah pondokan tersebut Soekarno muda ditempa pikiran dan hatinya. Selama enam tahun berbagai pergulatan pemikiran dan pergerakan jadi menu sehari-hari yang mesti dia santap bersama rekan-rekannya yang lebih tua.
Ya, di antara Semaun, Muso, Alimin sampai Darsono dialah paling junior. Sebelum akhirnya bergabung pula Kartosuwiryo yang lebih muda dibanding dia, Soekarno.
Soekarno merupakan satu dari sekian banyak tokoh pendiri Republik ini yang ngangsu kaweruh atau menimba ilmu di rumah Haji Oemar Said Cokroaminoto.
"Alhamdulillah bisa mampir menyimak ruang-ruang penggemblengan itu. Termasuk tak jauh dari Paneleh, masih berdiri kokoh rumah yang menjadi tempat lahir Sang Putra Fajar, Ir. Soekarno. Semoga spirit perjuangan, spirit menjaga martabat bangsa dan negara beliau menular kepada kita agar mampu menjaga ungkapan sekali merdeka tetap merdeka," tandas Ganjar.