Termasuk menyangkan pemerintah daerah tak kunjung memperbaiki jalan rusak tersebut.
Kepala Dusun 3 Desa Kuro Tidur, Fatimah Wati, membenarkan warganya menggelar aksi protes.
Fatimah mengaku, jalan di wilayahnya telah lama rusak dan tak kunjung diperbaiki.
"Ya warganya cuma meminta jalan itu segera diperbaiki," katanya Selasa (10/10/2023) mengutip TribunBengkulu.com (grup Suryamalang).
Baca juga: Kronologi 2 Oknum Polisi Mencuri Mobil di Mall, Pura-pura Pinjam dan Pasang GPS Terancam Dipecat
Artikel Tribunbengkulu.com 'Momen Warga Bengkulu Utara Lepas Ikan Lele di Jalan Menggenang'.
Fatimah melanjutkan, sudah tak terhitung warga yang tertimpa sial gara-gara jalan rusak.
Selain membuat warga terluka, kendaraannya turut menjadi korban.
"Sudah banyak menjadi korban, dari mobil terguling, motor mogok karena mesin terendam air," tambah dia.
Kini, Fatimah hanya bisa berharap pemerintah daerah segera bergerak melakukan perbaikan.
Bahkan nasib apes juga dialami warga Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, bernama Andi yang as roda mobilnya patah saat melewati jalan rusak di Desa Kuro Tidur Selasa kemarin.
Andi menyebut, mobilnya rusak gara-gara nekat melintas.
"Saya telepon teman saya untuk menolong memperbaiki kerusakan mobil," katanya mengutip TribunBengkulu.com.
Jalan lintas kabupaten itu memang dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Permukaan jalan ambles dan membuat air menggenang hingga lutut orang dewasa.
Warga sekitar sudah membuat jalan alternatif untuk roda dua melintas.