"Walau tertinggal mereka bisa mengejar skor untuk memaksakan pertandingan disudahi dengan adu penalti," tambah pria yang juga menjabat menjadi Menteri BUMN Republik Indonesia itu.
Sementara tanggapannya terkait permainan Jerman, ia menganggap Paris Brunner dkk memang pantas menjadi juara.
Mengingat Die Mannschact sudah melalui berbagai halang rintang sebelum akhirnya melaju ke partai final.
"Jerman pantas menjadi juara. Semenjak penyisihan grafik performa mereka terus menanjak."
"Mereka menyingkirkan tim kuat Spanyol dan Argentina sebelum akhirnya bersua Perancis di laga puncak," jelas Erick.
Menjadi penghujung kompetisi di usia anak-anak, Erick Thohir berharap tontonan seru pada duel final memberi pembelajaran bagi dunia sepak bola Tanah Air.
Ia bertekad agar suatu saat Indonesia juga mampu membentuk tim nasional yang solid sejak usia dini.
"Piala Dunia U-17 menjadi contoh pentingnya kita serius akan pembinaaan usia dini," kata Erick Thohir.
"Untuk membentuk timnas senior yang solid perlu ditopang pembinaan yang berkesinambungan."
"PSSI mendapat pelajaran banyak dari Piala Dunia U-17 2023, tak hanya sebagai pengelola event tapi juga pemikiran masa depan berkaitan dengan pembinaan," pungkasnya.