Aktor Senior Kini Jualan Nasi Kuning Demi Sambung Hidup, Padahal Dulu Populer, Pernah Jadi Pejabat

Penulis: Frida Anjani
Editor: Eko Darmoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kabar Aktor Senior Jualan Nasi Kuning Demi Sambung Hidup

Hal itu disampaikan Mpok Atiek lewat acara 'FYP' yang tayang di TRANS7 pada Jumat (22/12/2023).

"Waktu itu kan bulan Juni, perutnya enggak enak setiap hari, terus BAB-nya, maaf, enggak lancar, bisa tiga hari, empat hari."

"Terus kalau BAB itu selalu, maaf, dicolok dari belakang gitu," jelas Mpok Atiek.

Air mata Mpok Atiek pecah saat menceritakan pergi ke dokter dan baru mengetahui jika diriya divonis terdapat tumor di ususnya.

Adapun tumor tersebut berukuran sebesar bakso dan harus melakukan penanganan dengan diendoskopi dan kolonoskopi.

"Akhirnya periksa ke dokter internis, singkat cerita dokter internis dirujuk ke gastro, harus diendoskopi sama kolonoskopi.

"Singkat cerita banyak banget polipnya, udah diambil semuanya, ada satu yang besar seperti bakso, udah berakar," sambung Mpok Atiek, dikutip dari TribunStyle.com.

Namun Mpok Atiek merasa lega lantaran tumor yang diidapnya masih tergolong jinak.

Dokter pun berpesan agar tumor Mpok Atiek diangkat agar tak semakin ganas.

"Katanya jinak menjelang ganas, jadi sebelum ganas harus diangkat lewat perut," bebernya.

Kursi pijat di rumah Mpok Atiek (YouTube/TRANS7 OFFICIAL)

 

Sayangnya, saran dari dokter tersebut belum dilakukan oleh Mpok Atiek karena masih belum bersedia operasi.

Hal itu lantaran ia menyimpan trauma ketakutan lantaran dulu sang ibunya meninggal dunia usai menjalani operasi kanker usus.

Mpok Atiek pun cemas dan memilih pengobatan alternatif.

"Tapi takut karena mama meninggalnya habis dioperasi dari perut, terus mama meninggal gitu, kanker usus, jadi takut."

"Jadi sekarang berobatnya ke sinshe (alternatif)," ujar Mpok Atiek sambil menangis.

Diketahui sinshe adalah sebutan untuk orang yang menguasai keterampilan dalam pengobatan tradisional China.

Kini kondisi Mpok Atiek dikabarkan sudah membaik dan jarang merasakan sakit setiap hari.

"Alhamdulillah udah enggak sakit perutnya, BAB-nya lancar, kalau ingat itu serem, kalau dioperasi terus harus BAB-nya diisi kantong dikeluari dari perut, enam bulan kemudian disambung lagi kayak normal," katanya.

"Abis dioperasi mama enggak pulang lagi. Jadi takut," tandas Mpok Atiek sembari tangisannya pecah.

 

 

Berita Terkini