Pilgub Jatim 2024

Rangkuman Survei Elektabilitas Pilgub Jatim Jelang Pilkada 2024, Jarak Risma-Khofifah-Luluk Jauh

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Survei elektabilitas Pilgub Jatim jelang Pilkada 2024, jarak antara Risma-Khofifah-Luluk semakin jauh, ini kata kata pengamat.

SURYAMALANG.COM, - Berikut rangkuman survei elektabilitas Pilgub Jatim jelang Pilkada 2024 dari tiga pasangan calon. 

Tiga pasangan calon di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2024 itu adalah Tri Rismaharini (Risma)-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans), Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dan Luluk Nur Hamidah - Lukmanul Khakim. 

Sedangkan pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan berlangsung pada 27 November. 

Baca juga: Kunjungi Ponpes Langitan Tuban, Emil Dardak Didoakan Kiai Ubaidillah Faqih untuk Pilgub Jatim 2024

Kemudian penghitungan suara serta rekapitulasi hasil penghitungan suara dilakukan 27 November hingga 16 Desember 2024.

Berikut rangkuman survei elektabilitas Pilgub Jatim jelang Pilkada 2024:

1. Survei LSI Denny JA

Lembaga LSI Denny JA merilis hasil survei Pilkada Jatim 2024 terbaru

Hasilnya, Paslon nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak unggul jauh atas paslon lainnya.

Dalam survei LSI Denny JA, elektabilitas paslon nomor urut 1 yakni Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Hakim (LUMAN) di angka 1 persen.

Kemudian elektabilitas Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di angka 65,8 persen.

Kemudian, elektabilitas Tri Rismaharini (Risma)-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) di angka 24,5 persen.

Sementara responden yang tidak tahu/tidak menjawab di angka 8,7 persen.

Baca juga: Jika Menang Pilgub Jatim 2024, Risma Janjikan Sekolah Gratis dan Bangun Fasilitas Baru Kemoterapi

Direktur LSKP-LSI Denny JA Sunarto Ciptoharjono menyebut keunggulan elektoral Khofifah-Emil atas Risma-Gus Hans dan LUMAN sangat jauh.

"Di Jawa Timur lebih heboh lagi, angkanya (keunggulan Khofifah-Emil) fantastis" kata Sunarto dalam keterangannya, Kamis (31/10/2024).

"Pasangan Khofifah-Emil unggul di angka 65,8 persen, sedangkan runner up Risma-Gus Hans di angka 24,5 persen. Sedangkan paslon yang didukung PKB, Luluk-Lukman mendapatkan 1 persen," imbuhnya.

Lembaga LSI Denny JA merilis hasil survei Pilkada Jatim 2024 yang dilakukan pada periode 16 hingga 22 Oktober dengan jumlah responden sebanyak 800 orang.

Metode survei yang dilakukan yakni multistage random sampling dengan margin of error +- 3,5 persen.

Wawancara dilakukan tatap muka dengan responden menggunakan instrumen kuesioner.

Penyebab Khofifah-Emil Unggul

Sunarto menyampaikan keunggulan Khofifah-Emil dikarenakan beberapa faktor.

Pertama yakni tingkat kepuasan Khofifah sebagai incumben mencapai 88,1 persen.

"Kepuasan masyarakat ke Khofifah sebagai inkumben sangat tinggi. Approval rating Khofifah di angka 88,1 persen di Jatim" kata Sunarto.

"Sementara approval rating Emil di angka 77,3 persen, artinya masyarakat sama-sama puas keduanya" imbuhnya.

"Logikanya inkumben yang berhasil dan punya waktu melanjutkan maka akan dipilih kembali," jelasnya.

"Approval rating untuk inkumben harus di atas 50 persen batas ambangnya. Kalau di angka 88 persen itu sukses hampir setara dengan Jokowi di level nasional," tambah Sunarto.

Baca juga: Surat Suara Pilgub Jatim 2024 untuk KPU Kabaupaten Malang dalam Proses Sortir dan Lipat

Kemudian karena popularitas Khofifah mencapai 98 % dibanding Risma di angka 73,5 % .

Ketiga, lanjut Sunarto, KIM plus solid di Jatim dukung Khofifah.

"Ini juga pekerjaan rumah bagi Tri Rismaharini. Pemilih PDIP selaku partai pendukungnya justru lebih banyak memilih Khofifah," ucapnya.

"Popularitas Khofifah mencapai 98 persen sangat tinggi. Khofifah nama legendaris, lekat dengan NU" terang Sunarto 

"Khofifah jauh dikenal daripada Risma walaupun di tingkat nasional Risma pernah jadi menteri, tapi di tingkat lokal jauh lebih populer Khofifah daripada Risma," lanjutnya.

Kemudian, dari 14 dapil di Jaim, Khofifah unggul di 12 dapil dan hanya kalah di dapil I Surabaya dan dapil II Sidoarjo.

"Khofifah sebagai Ketua PP Muslimat NU memainkan peran penting dalam mendulang suara dari kalangan Nahdliyin," papar Sunarto.

2. Survei Indikator Politik

Dalam survei Indikator Politik pada 9-14 September 2024 simulasi 3 paslon, elektabilitas Khofifah-Emil di angka 61,2 persen.

Kemudian disusul Tri Rismaharini - KH Zahrul Azhar Asumta 26 persen.

Kemudian Luluk Nur Hamidah - Lukmanul Khakim 2,2 persen.

Sementara ada 0,5 persen responden memilih golput, dan 10,2 persen responden tidak menjawab.

3. Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI)

Dalam survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) simulasi 3 nama Pilgub Jatim periode 1-9 Oktober 2024 dengan gambar kertas suara, elektabilitas Khofifah-Emil di angka 63,4 persen.

Kemudian disusul Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta di angka 27,1 persen, dan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim (LUMAN) di angka 2,8 persen.

Ada 6,7 persen responden yang belum menentukan pilihan.

4. Survei Poltracking

Selanjutnya dalam survei Poltracking per 4-10 Oktober 2024 ini, elektabilitas paslon nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim di angka 2,8 persen.

Kemudian paslon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di angka 67,5 persen.

Selanjutnya Paslon nomor urut 3, Tri Rismaharini (Risma)-KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) di angka 24,6 persen.

Ada sebanyak 5,1 persen responden yang belum menentukan pilihan/jawaban.

Baca juga: TPD Risma-Gus Hans Kota Malang Nobar Debat Pilgub Jatim 2024, Warga dapat Doorprize Makan dan Minum

Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair) Fahrul Muzaqqi menyebut tren elektoral Khofifah-Emil terus merangkak naik selama satu bulan terakhir.

"Catatan saya ada beberapa lembaga survei yang merilis hasil Pilgub Jatim. Di awal September kalau tidak salah elektoral Khofifah-Emil di angka 55-57 persenan." kata Fahrul, Rabu (30/10/2024).

"Saat ini trennya elektabilitas Khofifah-Emil terus merangkak naik, bahkan dari Poltracking merilis angkanya 67 persen," imbuhnya. 

"Kalau dilihat data, tren Khofifah-Emil terus naik, sementara dua paslon lain belum menunjukkan progres signifikan," tambah Fahrul.

Fahrul menyebut secara teori dan data, elektoral Khofifah-Emil cukup berat untuk dikejar 2 paslon lainnya.

"Secara teori sangat-sangat berat mengejar elektabilitas Khofifah-Emil. Tetapi tetap saja, di dalam politik segala sesuatu masih bisa terjadi," katanya.

Fahrul menyebut Khofifah-Emil telah mencapai batas ambang psikologis elektoral bagi paslon petahana yakni di angka 60 persen.

"Angka itu cukup nyaman bagi paslon petahana. Dan rasanya dengan waktu yang tidak sampai dua bulan, berat sekali mengejar elektoral Khofifah-Emil," ujar Fahrul.

"Kita tahu yang belum menentukan saja hanya di bawah 15 persen" sambungnya.

"Andaikata angka yang belum menentukan itu diambil semua oleh paslon terdekat dalam hal ini nomor urut 3, maka hasilnya juga masih belum sampai mengejar, hanya mengikis selisih angka" terang Fahrul.

"Dan undicided voters biasanya juga tersebar ke semua paslon, tidak merujuk ke satu paslon saja," tambahnya.

Baca juga: KPU Kota Batu Mulai Sortir dan Lipat Surat Suara untuk Pilwali Kota Batu 2024 dan Pilgub Jatim 2024

Sementara Direktur ARCI, Baihaki Sirajt menyebut elektabilitas Khofifah-Emil berpotensi terus naik sebab, masih ada undecided voters yang berpotensi merapat ke petahana.

"Jadi undecided, swing voters itu cenderung merapat ke paslon yang memang sudah punya pengalaman. Dan dari survei Juli ke Oktober, mayoritas undecided voters beralih ke Khofifah-Emil" kata Baihaki.

"Itu yang membuat elektabilitas Khofifah-Emil melesat dari kisaran 55 persen ke 65 persenan," paparnya.

"Saat ini tersisa sekitar 7 persenan undecided voters, melihat dinamika Pilgub Jatim saat ini, saya cenderung meyakini bahwa warga yang belum menentukan akhirnya akan melabuhkan dukungan ke Khofifah-Emil," tandas Baihaki. 

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Berita Terkini