Pertamina Oplos Pertamax dan Pertalite

SOSOK Alfian Nasution Eks Dirut PT Pertamina Patra Niaga Disebut Ahok Harus Diperiksa, Harta Rp46 M

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KASUS KORUPSI PERTAMINA - Mantan Dirut PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution (KANAN). Mantan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjawab pertanyaan media setelah keluar gedung usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (13/3/2025). Ahok menyebut seharusnya Alfian Nasution juga diperiksa dalam dugaan kasus korupsi Pertamina.

SURYAMALANG.COM, - Inilah sosok Alfian Nasution mantan Dirut PT Pertamina Patra Niaga yang disebut Ahok seharusnya ikut diperiksa dalam kasus korupsi Pertamina. 

Memiliki harta mencapai Rp 46 miliar, Alfian Nasution menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga sejak 2021-2023. 

Sementara kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terjadi pada tahun 2018-2023.

Masuk akal apabila Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyinggung Alfian Nasution untuk ikut diperiksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). 

Baca juga: 7 Pengakuan Ahok Usai Diperiksa Kasus Korupsi Pertamina, Lebih Kompleks dari Pertamax Oplosan: Gila!

"Saya kira nanti beliau bisa sudah dipanggil atau belum, saya enggak tahu. Harusnya sudah dipanggil ya. Kan masih dirut yang lama. Kalau Pak Riva kena (jadi tersangka), harusnya dirutnya (sebelum Riva) juga dipanggil, mungkin ya," ujar Ahok, Kamis (13/3/2025).

Sebagai Mantan Komisaris Utama Pertamina, Ahok sendiri sudah menjalani pemeriksaan di Kejagung pada Kamis ini.

Sosok Alfian Nasution 

Alfian Nasution adalah sosok yang berpengalaman di Pertamina dan namanya tidak asing di dunia perminyakan Indonesia.

Pria kelahiran Pekanbaru 14 Februari 1967 itu telah lama berkarier di PT Pertamina, khususnya di sektor pemasaran dan perkapalan. 

Lulusan Teknik Mesin dari Universitas Indonesia (UI) itu mengemban sejumlah jabatan di Pertamina dengan berbagai posisi strategis.

Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain:

1.Direktur Pemasaran PT Pertamina Internasional Shipping (PIS)

2. Direktur Utama PT Pertamina Niaga 

3. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (2021-2023) 

4. Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (2023 - sekarang) 

Pada tahun 2023, Alfian Nasution dipromosikan menjadi Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina setelah sebelumnya memimpin PT Pertamina Patra Niaga.

Baca juga: Setelah Ahok Siap Diperiksa Kejagung, PDIP Usulkan Pertamina Beri Pertamax Gratis ke Konsumen

Alfian Nasution juga sempat menerima Penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo pada HUT ke-78 RI.

Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan di sektor masing-masing.

Tanda kehormatan tersebut diberikan dalam Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta, dan disematkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

Harta Kekayaan Alfian Nasution

Alfian Nasution terakhir kali menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Pada 31 Desember 2023.

Saat itu, Alfian Nasution menjabat sebagai Direktur Logistik & Infrastruktur PT Pertamina dan tercatat memiliki kekayaan lebih dari Rp46 miliar.

Sumber kekayaan terbesar Alfian Nasution berasal dari aset kas dan setara kas dengan nilai mencapai Rp28 miliar.

Alfian Nasution juga mempunyai enam bidang tanah dan bangunan, dimana tiga di antaranya berada di luar negeri, tapi tidak diketahui.

Selain itu, Alfian Nasution memiliki lima kendaraan dengan rincian tiga mobil dan dua motor.

Berikut rincian harta kekayaan Alfian, dikutip dari elhkpn.kpk.go.id:

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 12.566.791.000

Tanah dan Bangunan Seluas 120 m2/90 m2 di NEGARA [unknown], HASIL SENDIRI Rp. 316.791.000

Tanah dan Bangunan Seluas 438 m2/272 m2 di NEGARA [unknown], HASIL SENDIRI Rp. 5.000.000.000

Tanah dan Bangunan Seluas 809 m2/154 m2 di NEGARA [unknown], HASIL SENDIRI Rp. 2.500.000.000

Tanah Seluas 1350 m2 di KAB / KOTA GARUT, HASIL SENDIRI Rp. 750.000.000

Tanah Seluas 15284 m2 di KAB / KOTA KOTA PEKANBARU , HASIL SENDIRI Rp. 1.000.000.000

Tanah dan Bangunan Seluas 1224 m2/1224 m2 di KAB / KOTA KOTA PEKANBARU , Rp. 3.000.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 2.530.000.000

MOBIL, TOYOTA ALPHARD Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 600.000.000

MOBIL, LANDROVER JEEP L.C.HDTP Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp. 1.600.000.000

MOBIL, MITSUBISHI EXPANDER Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 280.000.000

MOTOR, VESPA LX IGET 125 Tahun 2021, HADIAH Rp. 38.000.000

MOTOR, HONDA BEAT Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 12.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 2.335.838.000

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 28.971.234.295

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp. 46.403.863.295

III. HUTANG Rp. ----

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 46.403.863.295

Strategi Kejagung Periksa Ahok Sebelum Direksi Pertamina

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengatakan, pemeriksaan mantan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dilakukan lebih dahulu daripada jajaran direksi Pertamina merupakan bagian dari strategi penyidik.

“Itu bagian dari strategi penyidikan,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar saat ditemui di kawasan Kejaksaan Agung, Jakarta Kamis (13/3/2025).

Harli lantas menyatakan semua pihak terkait akan didalami karena proses penyidikan kasus dugaan korupsi masih belum selesai.

“Ya semuanya didalami, sabar saja. Semua didalami ya, ini kan belum selesai penyidikannya,” kata Harli mengutip Kompas.com (grup suryamalang).

Harli memastikan publik akan diinformasikan jika ada jajaran direksi Pertamina yang diperiksa penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

“Kalau nanti (direksi atau direktur) sudah dipanggil akan disampaikan,” ujar Harli.

Dalam pemeriksaan hari ini, Ahok ditanya sebanyak 14 pertanyaan terkait dengan pengawasan tata kelola minyak mentah dan produk kilang di anak perusahaan atau subholding PT Pertamina Patra Niaga.

“Terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi itu dalam konteks melakukan aktivitas pengawasan, ya pengawasan dalam kaitan dengan importasi atau tata kelola minyak mentah dan produk kilang di subholding PT Pertamina Patra Niaga,” kata Harli.

Baca juga: SOSOK DPR RI Herman Khaeron Viral Rapat dengan Pertamina Terima Amplop Bantah Sogokan, Cek Harta

Harli juga mengungkapkan, penyidik juga akan kembali memanggil Ahok usai mendapatkan data-data tambahan dari Pertamina, baik itu catatan rapat atau data lainnya.

“Penyidik pada waktunya nanti juga akan tentu melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap yang bersangkutan (Ahok) ketika dokumen-dokumen seperti yang dijelaskan oleh saksi kepada penyidik (sudah didapat),” ujar Harli.

Diketahui, Ahok tiba di Kejaksaan Agung sekitar pukul 08.36 WIB, kemudian selesai diperiksa sekitar pukul 18.31 WIB.

Ahok diperiksa sebagai saksi untuk berkas perkara semua tersangka yang saat ini berjumlah sembilan orang.

(Kompas.com)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Berita Terkini