Pertamina Oplos Pertamax dan Pertalite

7 Pengakuan Ahok Usai Diperiksa Kasus Korupsi Pertamina, Lebih Kompleks dari Pertamax Oplosan: Gila!

7 Pengakuan Ahok usai diperiksa Kejagung kasus korupsi Pertamina, Pertamax oplosan hingga Riza Chalid, perkara ini lebih kompleks, gila ya!

|
Tribunnews/Dwi Putra Kesuma
KORUPSI PERTAMINA - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok setelah diperiksa oleh Kejagung sebagai saksi dalam kasus korupsi Pertamina di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta pada Kamis (13/3/2025). Dalam pengakuannya Ahok menjawab pertanyaan seputar Pertamax oplosan hingga pengusaha Riza Chalid. 

SURYAMALANG.COM, - Simak tujuh pengakuan Ahok setelah diperiksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi dalam kasus korupsi Pertamina

Menurut Ahok kasus korupsi Pertamina ini 'gila' dan lebih kompleks dari sekedar perkara Pertamax oplosan.

Ahok memenuhi panggilan sejak tiba di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta pada Kamis (13/3/2025) sekitar pukul 08.36 WIB dan diperiksa selama 10 jam.

Tidak lupa, Ahok juga membawa catatan rapat sebagai data pendukung dan baru keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 18.31 WIB.

Baca juga: Setelah Ahok Siap Diperiksa Kejagung, PDIP Usulkan Pertamina Beri Pertamax Gratis ke Konsumen

Ahok diperiksa untuk berkas perkara semua tersangka yang saat ini berjumlah sembilan orang dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023.

Berikut 7 pengakuan Ahok setelah diperiksa oleh Agung:

1. Baru Tahu Soal Dugaan Fraud dan Transaksi Mencurigakan

Saat diperiksa, penyidik Kejagung menjelaskan berbagai dugaan penyimpangan, termasuk transaksi mencurigakan yang baru diketahui Ahok.

"Saya juga kaget-kaget juga dikasih tahu penelitian ini ada fraud apa, ada penyimpangan, transfer seperti apa, dia jelasin," kata Ahok mengutip Kompas.com (grup suryamalang).

Menurut Ahok, sebagai mantan komisaris utama Pertamina, dulu hanya bertugas memonitor keuangan perusahaan berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

"Saya cuma sampai memeriksa. Kita tuh hanya memonitoring dari RKAP gitu lho. Nah itu kan untung rugi-untung rugi," ujarnya.

Ahok menegaskan selama dirinya menjabat, kinerja Pertamina selalu baik sehingga tidak tahu jika ada penyimpangan di tingkat operasional.

"Kebetulan kinerja Pertamina kan bagus terus selama saya di sana gitu kan. Jadi kita enggak tahu tuh. Ternyata di bawah ada apa kita enggak tahu," kata mantan Gubernur Jakarta ini.

2. Kaget dengan Temuan Kejagung: "Gila"

Ahok mengaku terkejut dengan banyaknya informasi yang baru diketahui saat pemeriksaan, terutama soal kondisi di subholding Pertamina.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved