Bus Trans Jatim Malang Raya
Bus Trans Jatim Malang Raya Hadirkan Lagi Penumpang Angkot, Kadishub Nyono: Memang Begitu Tujuannya
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, menegaskan kehadiran Trans Jatim Koridor I Malang Raya mendapatkan antusiasme masyarakat
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Menurutnya, sejak Trans Jatim beroperasi di Batu, justru terjadi efek domino yang tak diduga.
Ketika sopir angkot sempat khawatir penumpang akan kabur, kondisi di lapangan menunjukkan cerita berbeda.
“Weekend kemarin angkot-angkot padat, sampai penuh rombongan. Jadi malah saling menghidupkan,” kata Tio.
Ia optimistis pola sinergi transportasi ini akan menjadi model yang baik.
Tak hanya menguntungkan pengguna layanan transportasi, tetapi sekaligus mendorong geliat ekonomi pariwisata di Kota Batu.
“Tujuan kami bukan sekadar memudahkan penumpang, tapi juga menghidupkan armada angkutan dan membawa wisatawan lebih mudah sampai ke destinasi,” ujarnya.
Baca juga: DPRD Kota Malang Siapkan Dana Rp 2 Miliar untuk Peremajaan Angkot sebagai Feeder Trans Jatim di 2026
Minat Sopir Angkot
Di sisi lain, Aro Sujarwo, Koordinator Sopir Angkot Jalur Batu–Landungsari mengamini hal tersebut.
Ia menyebut pekan ini terjadi peningkatan penumpang yang cukup terasa, meski belum sepenuhnya merata di seluruh jalur.
“Cukup signifikan naiknya. Banyak yang turun dari Trans Jatim langsung sambung angkot. Terutama tujuan wisata,” katanya.
Aro mengungkapkan, para sopir angkot kini mulai menatap Trans Jatim dengan cara berbeda.
Bukan lagi sebagai ancaman yang bakal menggerus pendapatan, tetapi sebagai mitra yang mampu menciptakan arus penumpang baru.
Bahkan, lebih banyak sopir yang kini justru tertarik bergabung untuk menjadi bagian dari layanan Trans Jatim.
“Saya kewalahan menampung minat teman-teman sopir. Kuotanya sudah habis. Kalau nanti dibuka lagi, mereka siap daftar,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ANGKOT-DI-TERMINAL-KOTA-BATU.jpg)