Memilih Takjil Sehat Ramadan 2026
Cermati Sebelum Membeli, Dinkes Kota Batu Bagi-bagi Tips Memilih Takjil yang Aman Selama Ramadhan
Cermati Sebelum Membeli, Dinkes Kota Batu Bagi-bagi Tips Memilih Takjil yang Aman Selama Ramadhan
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Ada beberapa bahan pengawet berbahaya yang paling sering ditemukan pada makanan atau minuman takjil, di antaranya Boraks, Rhodamin B, Methanyl Yellow dan Formalin
- Ciri-ciri makanan atau minuman yang menggunakan bahan berbahaya biasanya dapat dilihat secara kasat dan terlihat dari fisiknya. Misal memiliki warna yang mencolok dan bertekstur sangat kental
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Selama bulan Ramadhan, takjil menjadi salah satu hal terpenting yang disiapkan masyarakat untuk melengkapi menu berbuka puasa.
Tak sedikit masyarakat yang rela 'war takjil' di spot-spot Pasar Takjil untuk membeli makanan dan minuman berbuka puasa yang khususnya ramai di sore hari.
Beraneka ragam makanan dan minuman dengan harga yang ramah di kantong dijual.
Tak lupa para penjual membuat makanan dan minuman warna warni untuk menarik pembeli.
Sayangnya, tak semua pedagang menggunakan bahan yang sehat dan baik bagi tubuh untuk dikonsumsi.
Selain mengincar untung yang tinggi, pedagang nakal itu juga membuat agar tampilan makanan lebih mencolok atau menarik.
Baca juga: Sego Babat Mas Bull Kota Batu, Spesialis Menu Jeroan Sapi Memanjakan Lidah Karena Kelezatan Rempah
Terkait memilih makanan yang sehat serta aman dikonsumsi masyarakat saat Ramadhan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu memberikan tips dan ciri-ciri makanan yang tak menggunakan bahan berbahaya.
Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Kota Batu, Esty Setya Windari mengatakan, ada beberapa bahan pengawet berbahaya yang paling sering ditemukan pada makanan atau minuman takjil, di antaranya Boraks, Rhodamin B, Methanyl Yellow dan Formalin.
“Selain itu makanan yang ada kandungan Escherichia coli atau yang lebih dikenal sebagai bakteri E Coli, yang mungkin muncul karena penyajian makanan dan minuman tidak higienis,” kata Esty Setya Windari kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (1/3/2026).
Ciri-ciri Ada Kandungan Bahan Berbahaya
Esty menjelaskan ciri-ciri makanan atau minuman yang menggunakan bahan berbahaya biasanya dapat dilihat secara kasat dan terlihat dari fisiknya.
Misal memiliki warna yang mencolok dan bertekstur sangat kental.
“Kalau warnanya merah itu merahnya mencolok dan kenyalnya berlebihan."
"Selain itu juga tidak mudah basi atau berubah bentuk karena ada pengawet berbahaya,” ujarnya.
Untuk pencegahan, Dinkes Kota Batu melakukan pengawasan dan pembinaan pada pedagang dengan memberikan edukasi serta pemasangan stiker untuk pedagang yang sudah mendapat pembinaan.
“Di Batu tidak ditemukan kasus selama bulan Ramadhan dari tahun ke tahun, termasuk pengawasan Tempat Pengelolaan Pangan (TPP),” jelasnya.
| Belum Ditemukan Kandungan Makanan Berbahaya, Dinkes Kabupaten Malang Cek Pasar Takjil Secara Senyap |
|
|---|
| Waspadai Makanan dan Minuman Berwarna Mencolok saat Berburu Takjil di Bulan Ramadhan |
|
|---|
| Pedagang di Kota Malang Utamakan Kualitas dan Keamanan Minuman di Tengah Ramainya Pembeli Takjil |
|
|---|
| Dosen FK UB Malang Ingatkan Bahaya Boraks dan Formalin di Balik Segarnya Takjil Ramadhan |
|
|---|
| Penjual Takjil di Kota Batu Pakai Bahan Sehat Karena Makanan yang Dijual Juga Dikonsumsi Keluarganya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/penjual-makanan-dan-minuman-takjil-yang-berdagang-setiap-tahun-saat-Ramadhan-di-Kota-Batu.jpg)